HETANEWS

Hakim Sepakat dengan Jaksa, Pembunuh Ibu Guru Divonis 16 Tahun

Terdakwa (tengah) saat akan dibawa petugas dari LP ke pengadilan untuk pembacaan vonis. (Foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH, sependapat dengan jaksa, menjatuhkan pidana penjara selama 16 tahun terhadap terdakwa Yewalson Sijabat als Walson (26).

Vonis yang dibacakan dalam persidangan, di PN Simalungun, kemarin, sama dengan tuntutan jaksa, Herman Ronal Mauritz Panjaitan SH.

Yewalson  yang masih bertetangga dengan korban Elfi Manik (25), terbukti menghabisi nyawa korban dan mencuri sejumlah perhiasan korban.

Terdakwa juga berusaha menghilangkan jejaknya dengan membuang mayat ke sebuah bondar (parit besar) dan menutupinya dengan daun pelepah.

Terdakwa juga melarikan diri dan ditangkap di Padang Sidempuan. Terdakwa dinyataka  terbukti bersalah, melanggar pasal 339 dan pasal 181 KUH Pidana.

Baca juga: Pembunuh Ibu Guru Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 16 Tahun

Pembunuhan yang dilakukan terdakwa, pada Jum'at (21/12) lalu, sekira pukul 03.00 WIB, di rumah korban, di Huta Lumban Buntu Nagori Laras II. Awalnya, terdakwa hanya berniat melakukan pencurian saja.

Tengah malam itu, terdakwa duduk di depan rumahnya dan melihat jendela rumah korban tidak terkunci. Lalu masuk lewat jendela dan mengambil HP Oppo A37. Naas, aksinya diketahui korban yang terbangun dan langsung diteriaki Maling.

Terdakwa langsung membekap mulut korban, sambil mencekik leher. Korban berusaha melawan, tapi terdakwa semakin kuat mencekik leher korban hingga tak bergerak lagi. Lalu tubuh korban ditarik ke dapur untuk menghilangkan jejaknya.

Karena korban masih bergerak, terdakwa kembali mencekik leher korban dan mengambil 2 cincin yang ada di jari korban. Tubuh korban diangkat keluar rumah dan dimasukkan ke dalam lobang yang ada di belakang rumah terdakwa.

Melihat situasi aman, terdakwa membawa mayat korban ke Bondar dan menutupnya dengan pelepah sawit. Terdakwa sempat membersihkan bercak darah di kamar dengan selimut korban. Lalu membawa selimut dan tas berisi uang Rp.132 ribu dan surat emas.

Kematian Korban yang merupakan seorang guru SD dan juga guru di GO (Ganesha Opration) sempat menghebohkan warga dengan ditemukannya mayat di Bondar oleh warga. 

Penulis: ay. Editor: gun.