HETANEWS

Anak Penderita Gizi Buruk dan Hidrosefalus Mendapat Perhatian Wali Kota Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, mengunjungi anak penderita gizi buruk di rumah sakit umum setempat.

Tanjungbalai,  hetanews.com - Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, mengunjungi Khoirani Siregar (4 tahun 6 bulan), anak penderita hidrosefalus dan juga gizi buruk, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Kamis (8/8/2019) lalu, sebelum dirujuk Ke RSUD. Adam Malik, Medan.

Pada kunjungan tersebut, Wali Kotaingin memastikan agar Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Dr. Tengku Mansyur, memfasilitasi dan menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan oleh pihak keluarga, baik administrasi dan bantuan lainnya. Sehingga nantinya, Khoirani, dapat langsung ditangani pihak RSUD Adam Malik.

Ananda Khoirani akan diberangkatkan menuju RSUD Adam Malik Medan untuk dilakukan tindak lanjut, serta pemeriksaan.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengunjungi ananda Khoirani Siregar, rencana siang atau sore nanti, kita akan berangkatkan ke Medan, tepatnya Rumah Sakit Adam Malik untuk dilakukan tindak lanjut, karena yang paling lengkap dan memadai penangannya ada di sana,”sebut  Wali Kota.

Dikatakan lagi, bahwa ini sebagai tindak lanjut, sekaligus perhatian Pemko Tanjungbalai untuk warganya yang membutuhkan.

Dan hari ini, rencananya ananda Khoirani akan diberangkatkan dengan didampingi pihak RSUD Dr. Tengku Mansyur dan Dinas Kesehatan Tanjungbalai

Khoirani Siregar, warga Jalan Pasar Baru, Gang Peringgan, Lingkungan IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Tanjungbalai Utara (TBU), Kota Tanjungbalai, berdasarkan diagnosa dari pihak RSUD Dr Tengku Mansyur, mengidap gizi buruk dan gejala hydrosepalus.

Sebelum meninggalkan lokasi RSUD. Dr Tengku Mansyur, Wali Kota Tanjungbalai, memberikan bantuan dana kepada pihak keluarga yang diterima ayahanda Khoirani. Sehingga nanti dapat digunakan untuk pengobatan dan keperluan sehari - hari selama di Medan.

Berdasarkan informasi dari Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Tanjungbalai, Dwi Rahmi Zaki, SKM, MPH, Jumat siang ini (9/8), Khoirani akan menjalani operasi pemasangan drain, yakni pemasangan selang untuk mengurangi tekanan akibat cairan berlebih di otak.

Khoirani Siregar menderita gizi buruk dan hidrosefalus, puncaknya sejak November 2018 yang lalu.

Ayahanda Khoirani, Khairiman Siregar (43), sangat terharu dan bahagia, setelah mendapat kunjungan dari Pemko Tanjungbalai, khususnya Wali Kota, yang langsung turun dan menjenguk anaknya ke Rumah Sakit.

Apalagi, saat ini yang menemani Khoirani, hanya saya dan neneknya, karena istri saya telah meninggal dunia, katanya.

Dengan keikhlasan Pemerintah Kota untuk memberikan bantuan kepada Khoirani, mudah-mudahan mendapat balasan yang setimpal dari Allah, sebut Khairiman Siregar.

Penulis: ferry. Editor: gun.