HETANEWS

Pantai Andalan Kota Wisata Parapat Sangat Memprihatinkan

Lokasi Los - losan tampak kosong melompong di hari biasa, di lokasi pantai umum Marihat Permai Parapat. (foto/stm)

Simalungun, hetanews.com-Objek wisata yang berada di pantai umum Marihat Permai yang berada di Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, saat ini sangat memprihatikan.

Pasalnya, para pengelola objek wisata ini, tidak bisa berharap banyak lagi dengan kehadiran tamu, seperti dulu, masa kejayaan di era tahun 1980 hingga 2015.

Pengamatan hetanews.com, Kamis (8/8/2019), lalu, sekitar  pukul 12.35 WIB, di sekeliling lokasi objek wisata itu, banyak los – losan, tempat untuk pengunjung namun pada kosong.

Begitu juga dengan wahana permainan air, tidak ada satupun yang menyewa.

Karena memang saat itu tidak ada yang datang, dan kios para pedagang juga banyak yang tutup, karena sepinya pengunjung.

Di sepanjang  jalan memasuki gerbang Stay Pagoda, juga tampak sepi, tidak ada tamu. Bahkan para pedagang yang berada di pinggir jalan tersebut tidak bisa berbuat banyak dan hanya duduk duduk saja, menunggu tamu menghampiri warungnya. Baik itu pedagang pakain, sovenir, maupun rumah makan.

Poltak Purba, warga Tapanuli Tengah yang kebetulan singgah, habis pulang dari kota Medan, kepada awak media menuturkan, “saya bersama anak dan istri kemari hanya singgah sebentar saja untuk melihat-lihat suasana dan air yang berada di objek wisata pantai umum Marihat Permai ini,”ujarnya.

Poltak mengatakan, sepinya pengunjung karena hari ini merupaka hari kerja dan bukan hari libur.

Kalau hari libur pasti rame. Saat ini, saya lihat sudah ada peningkatan, tidak seperti dahulu lagi karena wahana permainan air saat ini sudah banyak kelihatan, katanya.

“Saya berharap kepada Pemkab Simalungun, agar penyambutan tamu harus lebih santun lagi, dan tarif wahana permainan agar lebih disederhanakan. Karena bisa saja minat tamu itu banyak untuk belanja, namun tidak semua orang yang datang itu berduit, pasti ada yang datang dari desa,”ujarnya.

Jumpa Purba, selaku pedagang pakaian dan souvenis yang sudah 15 tahun membuka usahanya ini, kepada wartawan, mengatakan, biasanya  di hari libur saja ramai pengunjung.

Sepinya pengunjung disini, 2 dan 3 tahun terakhir, pak, karena sebulumnya lumayan rame, ujarnya.

Omset di hari biasa minim, cuman Rp.50.000 sampe Rp. 70.000 saja per hari. Jika  di hari libur, bisa Rp. 150.000 ke tas. Dan kalau kita bandingkan jumlah omset 2 dan 3 tahun lalu, di hari biasa,  bisa mencapai Rp 100.000 sampe Rp.150.000. Kalau di hari libur Rp. 200.000 sampai Rp. 250.000, katanya.

Penulis: stm. Editor: gun.