HETANEWS

Hari Kedua Tes Psikologi, Capim KPK Diminta Pecahkan Kasus

Pansel Capim KPK Hamdi Muluk

Jakarta, hetanews.com - Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Hamdi Muluk menyampaikan bahwa di hari kedua assessment capim KPK ini, bertujuan untuk menggali kondisi kejiwaan atau psikologis dari keempat puluh capim yang lolos dari tahap sebelumnya.

"Hari ini sebenarnya masih bagian dari psychological assessment cuman metodenya berbeda," kata Hamdi di Gedung Panca Gatra, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Kata Hamdi, perbedaan assessment psikologi kali ini dengan yang dilakukan pada tanggal 28 Juli lalu ialah terletak pada tes grup diskusi anarkis (leader less group discussion). Selain juga tes memecahkan kasus atau masalah (problem solving).

"Setelah itu mereka harus memecahkan secara kelompok. Dan ada juga pendalaman riwayat secara individual satu persatu," papar Hamdi.

Data atau hasil dari pemprofilan dari keempat puluh capim KPK itu, lanjut Hamdi akan diperiksa selama dua minggu ke depan dan akan diserahkan kepada pansel. Hasilnya, kata Hamdi, sudah dalam bentuk skoring yang dilakukan oleh psikolog yang dilibatkan.

"Setelah kami menerima laporan lengkap profil tersebut, nanti bahan ini akan menjadi dasar wawancara selanjutnya. Dan bahan ini akan menjadi pertimbangan kami," ucap Hamdi.

Bukan hanya berpatok pada data pemprofilan, Hamdi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mentrianggulasikan atau mengkombinasikan berbagai data lain yang didapat. Seperti data dari KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), ditambah juga laporan-laporan dari masyarakat.

Data-data tersebut nantinya, lanjut Hendardi, akan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan seorang capim itu layak lolos atau tidak. "Itu yang nanti akan maju ke tahap wawancara akhir," paparnya.

Setelah tahap ini, masih menurut Hamdi, keempat puluh capim akan disaring menjadi hanya 20 saja. Keduapuluh capim tersebut nantinya akan menjalani wawancara akhir dan uji publik, serta tes kesehatan. Kata Hamdi, uji publik akan menghadirkan dua pihak dari pakar yang hukum dan perbankan atau akuntansi.

"Kemungkinan pada saat wawancara akhir itu kita uji publik. Kita minta publik untuk bertanya nanti lewat panelis biasanya," kata Hamdi.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.