HETANEWS

Rumah Lansia 72 Tahun Ini Luput dari Bedah Rumah

Tampak depan rumah Bopar Sirait, kondisinya sangat memprihatinkan. (foto/stm)

Tobasa, hetanews.com-Program bedah rumah di Desa Nalela, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa, dikawatirkan tidak banyak menyentuh warga miskin.

Hl ini terpantau hetanews.com di lapangan, Selasa (6/8/2019), lalu.

Seperti yang dialami warga Desa Nalela, yaitu, Togi Manurung bersama istrinya Delima Simangunsong yang tinggal di Desa Nalela, Dusun 3, Kecamatan Porsea. Dan Bobar Sirait yang diajukan atas nama anaknya, Herbin Sirait, Desa Nalela, Dusun 3, Kecamatan Porsea.

Kedua warga tersebut, ternyata sangat mengharapkan bantuan bedah rumah yang digadang-gadang Kementerian Perumahan Rakyat melalui Pemkab Tobasa.

Pengamatan awak media, kondisi rumah tersebut berlantaikan papan, dinding papan, tidak memiliki kamar mandi, dan fisik rumah ini sudah tampak miring yang sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa seisi rumah.

Bobar Sirait, ketika disambangi hetanews.com yang disaksikan salah satu anggota BPD Desa Nalela, Panggabean Maurung, sangat berterimakasih atas kunjungan yang sudah jauh-jauh datang dari Samosir, walapun zona Tobasa, merupakan wilayah liputan dari media Hetanews.com.

Bopar Sirait disaksikan salah satu Anggota BPD Desa Nalela, Panggabean Manurung sata berbincang-bincang di halaman rumahnya. (foto/stm)

Bobar Sirait, mengaku sudah 40 tahun tinggal di rumah ini, bersama menantu, anak dan cucunya.

Keseluruhan anak saya ada 6 orang, namun semuanya sudah pada kawin, dan saya belum tau, ada program bedah rumah dari pemerintah. Dan baru ini, saya tahu ada bedah rumah dari Jokowi, ujarnya dengan suara terbatah – batah.

Bobar sendiri hanya bertani dan karena fisiknya sudah tidak sesehat dulu, maka anaknya lah yang melanjutkan menjaga ladang. Saya sekarang sudah 72 tahun, ujarnya.

Dia pun berharap agar diikutkan dalam program bedah rumah.

Kepala Seksi Dinas Tarukim, marga Pandiangan ketika dikonfirmasi hetanews.com, via telepon, Jumat (9/8/2019), mengatakan, “saat ini benar ada program bedah rumah di Kabupaten Tobasa, dan peruntukannya  sebanyak 200 rumah saja, lae. Kita sudah informasikan ini melalui Sekcam masing-masing agar ditindak lanjuti kepada semua kepala desa, agar mendata warganya yang miskin dan layak untuk menerima bantuan bedah rumah,”ungkapnya.  

Keluarga ini terkadang juga menggunakan kayu bakar untuk bahan bakarnya untuk memasak kebutuhan sehari-hari. (foto/stm)

Lanjutnya, untuk kedua warga miskin tersebut, pihaknya akan mengcek nanti. Karena kebetulan kita juga mau menuju ke sana melakukan monitoring, ujarnya.

Sementara itu, Marihot Sitorus selaku Kepala Desa Nalela, Kecamatan Porsea, ketika dikonfirmasi hetanews.com, Jumat (9/8/2019), mengatakan, bahwa kedua warga miskin tersebut, berhak mendapatkan program bedah rumah dari pihak Kementerian dan sudah diajukan 3 tahun berturut-turut ke kantor kecamatan yang disertai dengan foto dokumentasi rumah warga yang akan dibantu.

Tetapi saya tidak tahu dimana salahnya hingga kini mereka belum mendapatkan bedah rumah itu.

Kemarin, ada kita ajukan untuk bedah rumah sebanyak 7 rumah di Desa Nalela, ujarnya.   

Penulis: stm. Editor: gun.