HETANEWS

Putri Mantan PM Pakistan Sharif Ditangkap Atas Tuduhan Korupsi

Maryam Nawaz Sharif ditangkap atas tuduhan korupsi.

Pakistan, hetanews.com - Pejabat anti-korupsi Pakistan menangkap pemimpin oposisi sekaligus putri mantan perdana menteri Pakistan, Maryam Nawaz Sharif, Kamis (8/8/2019). Penangkapan itu menjadi salah satu yangf paling terkenal terkait kasus korupsi.

Maryam Sharif merupakan anggota terbaru dari keluarganya yang menjadi sasaran tersangka korupsi di bawah pimpinan Imran Khan, yang menjadi perdana menteri kemenangan tahun lalu. Dia ditangkap di kota timur Lahore.

Ayahnya, Nawaz Sharif, menjabat sebagai perdana menteri tiga kali dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada 2018 atas tuduhan korupsi. Pamannya, mantan kepala menteri Punjab Shahbaz Sharif, juga menghadapi penyelidikan korupsi, bersama dengan kerabat lainnya.

Penahanannya ini memicu legislator oposisi di parlemen Pakistan mundur.

"Hari ini di Pakistan yang baru ini, Nona Maryam Nawaz ditangkap tanpa keyakinan apa pun sehingga saya berjalan keluar dari parlemen," kata Bilawal Bhutto, ketua Partai Rakyat Pakistan, dalam pidato di depan parlemen, seperti dilaporkan AFP, Jumat (9/8/2019).

Penangkapan Sharif terjadi hanya sehari setelah pihak berwenang menangkap mantan menteri keuangan dan loyalis keluarga Sharif, Miftah Ismail, ke tahanan dengan tuduhan serupa.

Bulan lalu, mantan perdana menteri Shadhid Khaqan Abbasi dan mantan presiden Asif Ali Zardari juga ditangkap.

Korupsi mendarah daging di Pakistan. Para politisi kebanyakan dituduh menyalahgunakan atau mencuri dana publik.

Perdana Menteri Imran Khan terpilih setelah menjalankan kampanye besar-besraan untuk memberantas korupsi. Namun dia juga dikritik karena dituduh menganiaya lawan-lawan politiknya, dibanding meluncurkan reformasi luas.

Sejak menjabat, Khan berjuang menstabilkan ekonomi Pakistan yang jatuh akibat inflasi yang melonjak, rupee yang terdepresiasi, serta defisit anggaran yang membengkak.

Dia kini menghadapi tugas sulit untuk menghadapi India, setelah India secara sepihak mencabut status khusus otonomi Kashmir pada Senin (5/8/2019).

sumber: inews.id

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.