HETANEWS

Pencuri 1 Tandan Pisang Diproses Hukum, Pelaku Jambret "Dilepas" Polisi di Siantar

Ilustrasi. (Foto/net)

Siantar, hetanews.com - Kasus pencurian satu tandan pisang yang ditangani Polsek Siantar Martoba bergulir hingga persidangan. Namun hal berbeda dengan kasus jambret yang ditangani di Polsek Siantar Barat, meski pelaku sempat diinapkan di dalam sel namun akhirnya menghirup udara bebas.

Andy Syahputra (30) alias Andy, terdakwa kasus pencurian satu tandan pisang milik Rosli Saragih di Jalan Pleton, Keurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, dihadapkan ke meja hijau PN Siantar.

Andy didakwa pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4, 5 KUH-Pidana. Tindak pidana ini mengatur ancaman pidana 7 tahun bagi pelakunya.

Baca juga: Pencuri 1 Tandan Pisang Terancam 7 Tahun Penjara

Berbeda dengan kasus pencurian dilakukan M Fadly, warga Tomuan yang tertangkap sesaat setelah ketahuan menjambret korbannya, Masrifa, seorang pelajar SMA, pada 30 Juli 2019.

Penjambretan itu berlangsung malam hari di Jalan Raya. Saat itu, korban yang mengendarai sepedamotor menuju ke rumahnya di Jalan Kasuari, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat.

Fadly bersama seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya, berboncengan sepedamotor Yamaha Mio memepet korban dan merampok HP merk Oppo di dashboard sepedamotor korban. Pelaku kemudian melarikan diri.

M Fadly berada di dalam sel tahanan Polsek Siantar Barat. (Foto:Ist)
Namun korban tak tinggal diam, dan mengejar pelaku sembari meneriaki pelaku. Teriakan korban mengundang perhatian warga dan ikut melakukan pengejaran.

Aksi kejar-kejaran pun berhasil. Setibanya di Jalan Bola Kaki, warga yang mendengar teriakan kroban kemudian bereaksi berhasil menangkap Fadly, sedangkan rekannya kabur.

M Fadly sendiri sempat diinapkan satu malam di sel Polsek Siantar Barat, namun esoknya harinya diketahui tak lagi menghuni sel.

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Subagya dikonfirmasi membenarkan kalau Fadly tak diproses hukum. Menurut Kapolsek, proses hukum urung dilakukan lantaran korban tidak membuat pelaporan.

"Korbannya gak mau buat pengaduan bang dikuatkan dengan surat pernyataan," kata Kapolsek kepada hetanews, Kamis (8/8).

Penulis: bt. Editor: bt.
Komentar 1
  • Fian Stanley Siahaan
    kedengarannya mantap kali bahh,.. curi pisang setandan dihukum 7 tahun penjara,.. itu para koruptor ratusan juta pasti dihukum matilah ya kan?? Kalau koruptor dihukum cuma 5 tahun artinya maling pisang lebih parah dibanding maling duit rakyat,.. anak siantar harus peduli lingkungan hukum terapan, agar kota siantar bisa maju dan bersih