HETANEWS

Pencuri 1 Tandan Pisang Seharga Rp150 Ribu Diadili di PN Siantar

Gedung PN Siantar di Jalan Sudirman, Kota Siantar. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com-Kasus pencurian satu tandan pisang mulai bergulir di PN Siantar. Andy Syahputra alias Andy (30), terdakwa perkara itu pun duduk di 'kursi pesakitan' peradilan untuk pertamanya.

Warga Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, terpaksa harus menghadapinya seorang diri lantaran seorang temannya dalam kasus tersebut berhasil melarikan diri, saat kejadian.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Sinaga di Ruang Cakra, yang dihadiri Majelis Hakim diantaranya Simon CP Sitorus, M Iqbal FJ Purba dan Rahmat, Kamis, 8 Agustus 2019.

Baca juga: Heboh Rekaman Diduga Oknum Jaksa Siantar Minta Uang: "Kelen tambahi lah dua juta..."

Jaksa Samuel membacakan dakwaan mengatakan pencurian bermula ketika terdakwa berboncengan bersama Candra (DPO) berkeliling mengendarai sepeda motor Yamah Mio Putih BK 6324 TAM, mencari pekerjaan buruh bangunan hingga akhirnya melintasi Jalan Pleton, Kelurahan Bukit Sofa, Kec Siantar Barat dan berhenti di depan sebuah gereja tengah dalam pembangunan, Senin, 1 Juli 2019.

Selanjutnya terdakwa dan Candra menuju pulang ke rumah lalu melihat pohon pisang yang berada di dalam perkarangan rumah saksi korban Rosli Saragih.

Terdakwa bersama dengan Candra sepakat untuk mengambil pisang tersebut namun dibutuhkan alat untuk memotong pisang dari pohonnya, terdakwa dan Candra terlebih dahulu pulang kerumah untuk mengambil parang kemudian kembali lagi ke perkarangan milik saksi korban.

Selanjutnya terdakwa menunggu diatas sepeda motor sambil mengamati situasi disekitar sedangkan Candra berjalan kaki mendekati tembok pagar perkarangan milik saksi korban dan memanjatnya setelah berada didalam perkarangan Candra mengamati buah pisang yang akan diambil, selanjutnya menebang dan mengambil 1 tandan pisang kepok dari pohon pisang tersebut.

Hanya saja pada saat Candra akan membawa pisang keluar dari perkarangan tiba-tiba saksi korban keluar dari dalam rumah yang berada persis didepan lokasi perkarangan sambil berteriak maling-maling' sehingga spontan menarik perhatian banyak warga yang lalu berdatangan.

Melihat hal tersebut lalu terdakwa berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor namun saksi korban menarik baju terdakwa dari belakang hingga terdakwa terjatuh sedangkan Candra berhasil melarikan diri dan sempat mengayunkan sebilah parang kepada warga saat akan berusaha menangkapnya.

"Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi korban Rosli Saragih Alias Opung Medlin mengalami kerugian sebesar Rp 150 ribu. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 363 ayat 1 ke-4e, 5e KUHPidana," ujar JPU Samuel Sinaga.

Penulis: bt. Editor: bt.
Komentar 1
  • Fian Stanley Siahaan
    Hukumannya divonis brp tahun?? Kalau 7 tahun mah menurut aku disini JPU nya lebay,.. coba para koruptor yg maling duit negara di siantar JPU tuntut brp tahun?? klw nilai pisang tsb 150rb rupiah hukumannya 7 tahun, berarti para koruptor diatas 100jt harusnya dihukum mati,..