HETANEWS

Tak Punya Uang Nikahkan Putra, Nelayan di Probolinggo Gantung Diri di Sawah

Warga dan Babinsa mengevakuasi jenazah nelayan yang ditemukan gantung diri di sawah, Desa Klampokan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Rabu (7/8/2019).

Probolinggo, hetanews.com - Seorang nelayan, Khoirul Anam (50), ditemukan tewas gantung diri di tengah sawah Desa Klampokan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Warga Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, itu diduga nekat mengakhiri hidup karena stres memikirkan biaya pernikahan putranya.

Proses evakuasi jenazah korban cukup sulit, Rabu (7/8/2019). Kondisi medan yang berat membuat petugas kepolisian dibantu warga memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk membawa korban dari sawah ke jalan desa. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Waluyo Jati, Kamis pagi.

Menurut keterangan warga, korban pertama kali ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali oleh pemilik sawah. Dia kemudian melapor ke polsek setempat.

Korban sempat dinyatakan sebagai Mr X karena identitasnya tidak diketahui. Warga sekitar juga tidak ada yang mengenalinya. Belakangan diketahui, korban memang bukan warga setempat. Dia berasal dari Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, yang jaraknya jauh dari desa lokasinya gantung diri.

Penemuan mayat Khoirul membuat keluarga syok. Keluarga mengakui korban sempat tidak pulang ke rumah sejak Selasa (6/8/2019) sehingga membuat mereka khawatir. Namun, mereka tiba-tiba mendapat kabar bahwa korban ditemukan gantung diri.

“Kemarin memang tidak pulang, paginya sempat jalan-jalan dan tidur-tiduran. Setelah agak siang, tiba-tiba enggak ada. Sempat bingung. Lalu saya dapat kabar dari adik ipar di Probolinggo, dia dapat WhatsApp dari temannya ada orang gantung diri di Klampokan. Katanya mirip ayah dan benar ternyata itu dia,” kata menantu korban, Muhamad Akbarullah.

Korban gantung diri diduga tidak kuat menahan beban hidup ditambah sebentar lagi akan menikahkan putra bungsunya. Profesinya sebagai buruh nelayan dengan upah pas-pasan membuat ayah tiga anak itu berpikir keras untuk bisa menikahkan putranya. Karena tidak punya solusi, korban memilih mengakhiri hidup.

“Saya tidak begita tahu pribadi ayah mertua saya karena kami tinggal berjauhan. Tapi menurut saya, beliau kepikiran masalah rencana pernikahan anaknya,” katanya.

Sementara hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kematian pria paruh baya itu akibat lilitan tali di lehernya. Hal ini terlihat dari bekas jeratan di leher. Lidah korban juga menjulur dan kemaluan korban mengeluarkan cairan.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab kematian korban, apakah memang karena bunuh diri atau ada unsur kesengajaan.

sumber: inews.id

Editor: sella.