HETANEWS

Dirut PT Satwa Karya Prima Dituduh Gelapkan Ternak Babi Hingga Ratusan Juta

Terdakwa digiring petugas meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Ivan Luhut Pangondian L Tobing (45), selaku Direktur PT Satwa Karya Prima (SKP), warga kompleks Stella Residence Medan, diadili di PN Simalungun, Kamis (8/8/2019).

Sarjana Peternakan ini, didakwa sudah menggelapkan ternak babi yang mengakibatkan kerugian, pada perusahaan hingga Rp.395.343.000.-

Selaku direktur yang bertanggungjawab, di beberapa peternakan, yang terletak di Nagori Girsang Sipangan Bolon, Huta Raja, Purba dan Dondi Raya milik PT SKP, terdakwa tidak dapat mempertanggungjawabkan hilangnya ternak dari kandang. Karena tidak sesuai jumlah stok ternak, dengan penjualan dan juga jumlah ternak yang mati.

Terdakwa diduga telah menjual ternak tanpa seijin perusahaan. Perbuatan terdakwa, diketahui setelah tim audit melakukan pemeriksaan, pada 18 hingga 26 Juli 2017.

Agenda persidangan, siang itu, mendengarkankan keterangan saksi-saksi.

T Sirait, selaku GM menerangkan, terdakwa sebagai Dirut dan marketing bertugas melakukan penjualan sesuai bon faktur yang dicatat. Tapi setelah dilakukan audit, terdakwa tidak dapat mempertanggungjawabkan hilangnya ternak babi.

Keterangan saksi, dibenarkan terdakwa. Hanya saja, terdakwa mengatakan, jika jabatannya hanya formalitas saja.

Menurut hakim, tidak masalah jabatan, yang penting perbuatannya, kata Hendrawan Nainggolan SH, selaku hakim ketua majelis (KM).

Jaksa Augus Vernando Sinaga SH, menjeratnya dengan pasal 374 atau pasal 372 Jo pasal 64 KUH Pidana. Untuk tuntutan, sidang ditunda hingga Kamis mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.