HETANEWS

Vonis Pelaku Pembunuhan Anggiat Hutapea Diringankan, Ini Alasan Hakim

Terdakwa (berdiri) mendengar vonis 7 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Kriston Horas Butar-Butar (27), terdakwa pelaku pembunuhan, divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa , jadi 7 tahun denda Rp.1 milyar subsider 3 bulan kurungan.

Hukuman  tersebut, dibacakan ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, di PN Simalungun, Kamis (8/8/2019).       

Alasan hakim meringankan hukuman terdakwa, karena terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya. Sebelumnya, jaksa menuntut pidana penjara selama 9 tahun dan denda yang sama dengan putusan hakim.        

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 76 c yaitu pasal 80 (3) UU RI No 35/2014 atas perubahan UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan anak.

Kriston, terbukti membunuh korban, Anggiat Hutapea dengan cara menikamkan pisau sebanyak 2 kali ke bagian perut dan dada bagian kiri.

Pembunuhan itu, terjadi pada Rabu, 2 Januari 2019, sekitar pukul 00.30 WIB, di Desa Buntu Sihaltong, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan.

Malam itu, korban dan terdakwa mengikuti Pesta Rondang Bittang (PRB). Karena ramai, korban dan terdakwa sudah bertengkar, karena kendaraannya saling bersenggolan akibat suasana yang ramai dan padat.

Terdakwa mengendarai Honda Beat BK 2530 TBG, pulang ke rumah dan mengambil pisau yang diselipkan, di pinggangnya. Lalu kembali lagi ke tempat keramaian dan menikam korban. Pisau dibuang di pinggir jalan, dekat Gereja GMI Silau Mariah.

Orangtua korban yang mendapat berita itu, berupaya membawa anaknya ke rumah sakit. Tapi korban yang masih berusia 17 tahun itu, meninggal sesuai visum dr.RSUD Jasamen Saragih.

Jaksa Doniel Ferdinan SH, menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut, sedangkan terdakwa menyatakan terima. Persidangan dibantu panitera pengganti, Jonathan Sinaga SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.