HETANEWS

Rahmadsyah Sitompul, Saksi Prabowo di MK, Dituntut 18 Bulan Penjara

Rahmadsyah Sitompul nampak tertunduk lesuh saat mendengarkan tuntutan JPU yang menuntut dirinya dengan hukuman 18 bulan penjara di ruang sidang Kartika, PN Kisaran, Selasa (6/8/2019).

Asahan, hetanews.com-Masih ingat Radmadsyah Sitompul? Dia adalah saksi Prabowo-Sandi yang hadir pada sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), pada 19 Mei 2019, lalu.

Dia hadir memenuhi sidang MK tanpa ada persetujuan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara dan pada saat itu, statusnya sebagai tahanan kota.

Kasus yang menjerat Rahmad sendiri berawal pada postingan di Medsos, pada Pilkada 2018 silam yang diduga memfitnah salah satu pasangan calon Bupati Zahir-Oky, dan kini ia harus jadi pesakitan, karena diduga melanggar pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Batubara, David Silitonga, pada Selasa (6/8/2019) sore, membacakan nota tuntutan untuk terdakwa Radmadsyah.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Nelly Andriani, jaksa menuntut Rahmadsyah Sitompul, dengan hukuman penjara selama 18 bulan.

Jaksa menilai terdakwa, telah melanggar Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa Rahmadysah dengan hukuman selama satu tahun dan enam bulan, dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan," kata David di Ruang Kartika PN Kisaran.

David menyebutkan, hukuman itu diberikan berdasarkan pertimbangan, bahwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta Rahmadsyah selalu bersifat sopan selama menjalani persidangan.

Mengetahui tuntutan yang diberikan JPU, Rahmadsyah melalui tim penasehat hukumnya lalu menyatakan mengajukan pledoi.

Rencananya, pembacaan nota pembelaan itu akan disampaikan dalam persidangan selanjutnya yang akan berlangsung, pada Selasa (13/8/2019) mendatang.

"Ya kami mengajukan pledoi. Karena kami optimis sesuai dengan fakta-fakta persidangan, bahwa klien kami tidak serta merta bersalah dalam perkara yang dituduhkan," ucap tim kuasa hukum, Aan Madya Nofriandi.

Penulis: rendi. Editor: gun.