HETANEWS

Pemprov DKI Sidak 90 Pabrik Bercerobong Asap Sumbang Polusi Udara

Pabrik di Cakung Terbukti Cemari Udara Jakarta.

Jakarta, hetanews.com - Kepala Dinas Lingkungan hidup DKI Jakarta, Andono Warih menyatakan sebanyak 90 perusahaan dari 114 kegiatan industri yang terindentifikasi memiliki cerobong buangan gas sisa masuk dalam pengawasan atas emisi cerobong buangan gas sisa dipantau ketat.

Pantauan terhadap mereka merupakan salah satu pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

"Komponen yang kami awasi adalah pemenuhan ketentuan spesifikasi teknis cerobong, baku mutu udara keluaran, dan kewajiban melakukan pengukuran secara mandiri," kata Andono di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (8/8).

Pemeriksaan komponen emisi ini, lanjut Andono, dilakukan setiap 6 bulan oleh industri yang bekerjasama dengan laboratorium lingkungan hidup terakreditasi. Mereka berkewajiban melaporkan apa pun hasilnya kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Selain secara struktural, masyarakat sekitar yang merasa terdampak langsung dari hadirnya ekses asap atau gas industri ini juga dapat membuat aduan atas dugaan pencemaran.

Menurut Andono, pengawasan dilakukan pihaknya sebatas kepatuhan pemenuhan baku mutu cerobong emisi gas buang saja, namun juga aspek persyaratan teknis lingkungan hidup lainnya, seperti tersedianya instalasi pengolahan air limbah domestik, tata kelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan kepatuhan melaporkan kegiatan pengendalian lingkungan.

"Data kami rilis, sepanjang tahun 2019, kami telah menjatuhkan sanksi kepada 77 pelaku usaha yang terbukti tidak patuh atas ketentuan lingkungan. Jumlah ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 18 pelaku," kata Andono.

Sebagai informasi, ada dua beleid dijadikan patokan, pertama Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 dan Kepgub Nomor 670 Tahun 2000 tentang pengendalian kualitas udara.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.