HETANEWS

Demi Selamatkan Nyawa Bocah 8 Tahun, Pilot Buang 15 Ton Bahan Bakar di Udara

Pesawat Asiana Airlines mendarat darurat demi menyelamatkan nyawa bocah 8 tahun

AS, hetanews.com - Pesawat maskapai Asiana Airlines rute New York, Amerika Serikat, menuju Seoul, Korea Selatan, mendarat darurat demi menyelamatkan nyawa bocah 8 tahun yang sakit mendadak.

Peristiwa ini terjadi pada bulan lalu dalam penerbangan Asiana Airlines OZ 221. Bocah perempuan bernama Choi itu mengalami demam tinggi mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera.

Rabu (7/8/2019), Asiana mengungkap, Choi mengalami demam tinggi dan sakit perut 1,5 jam setelah pesawat lepas landas dari bandara New York. Dia dan keluarganya berpergian ke Korea Selatan untuk berlibur.

Pramugari lalu berkonsultasi dengan dokter yang juga penumpang pesawat itu untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mengatakan Choi harus segera mendapatkan penanganan daurat di rumah sakit.

Setelah itu pilot memutuskan untuk mendaratkan pesawat ke bandara terdekat yakni Anchorage di Alaska. Sebelumnya, pilot meminta pengertian kepada sekitar 470 penumpang karena waktu perjalanan mereka menjadi lebih lama.

Masalah yang muncul kemudian adalah pilot harus mengurangi beban pesawat karena bahan bakar masih penuh. Dengan bobot itu, pesawat sangat berisiko untuk mendarat.

Karena itu pilot membuang sebagian bahan bakar hingga pesawat mencapai bobot yang aman untuk mendarat. Total ada 15 ton bahan bakar yang dibuang di udara sebelum pesawat mendarat.

Setibanya di bandara Anchorage, Choi langsung dijemput petugas medis dengan bantuan kru Asiana Anchorage.

Pesawat langsung melanjutkan penerbangan dan tiba di Bandara Incheon 4 jam lebih lambat dari waktu seharusnya.

Saat mendarat di Incheon, pilot kembali meminta maaf kepada penumpang dan berterima kasih atas kerja sama mereka. Pengumuman itu disambut dengan tepuk tangan dari penumpang.

Beberapa hari setelah kejadian, maskapai mengumumkan bahwa ayah Choi mengirim surat berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlah berjasa menyelamatkan anak mereka. Choi juga menyertakan gambar pesawat hasil karyanya dalam surat itu.

"Kami berterima kasih kepada kru pesawat, penumpang, pilot, dan petugas OZ 221 karena telah membuat pilihan sulit untuk pendaratan darurat serta staf di Anchorage atas respons cepat mereka terhadap anak saya," demikian isi surat.

sumber: inews.id

Editor: sella.