HETANEWS

Bandit Paling Dicari Polisi Kena Tembak di Dada dan Perut, Bisa Lolos Usai Dikepung di Berbagai Arah

Kena Tembak di Dada dan Perut, Abdul Lahab Bisa Lolos dari Kepungan Polisi hingga Makan Nanas. FOTO Anggota Polres Lampung Tengah mencari keberadaan Abdul Lahab di kawasan PT 31 Terbanggi Besar hingga perkebunan PT GGP, Senin (5/8/2019).

Lampung, hetanews.com - Terkena tembakan polisi di dada dan perut, residivis narkotika Abdul Lahab berhasil lolos dari kepungan polisi setelah baku tembak di depan Mapolsek Tebanggi Besar, Minggu (4/8) sore.

Dilansir dari Tribunlampung, Polres Lampung Tengah dan Polda Lampung, Senin (5/8), bergerak cepat untuk memburu dan menangkap Abdul Lahab, bandit yang melarikan diri setelah sempat baku tembak, Minggu (4/8) sore.

Untuk membantu aparat Polres Lampung Tengah dalam pengejaran terhadap Lahab, Polda menurunkan 11 anggota dari Brimob dan anjing pelacak K-9 guna mengendus keberadaan Lahab.

Abdul Lahab, residivis narkoba dan sejumlah kasus begal, lolos dari kepungan polisi setelah baku tembak di Terbanggi Besar pada Minggu sore.

Ia diduga melarikan diri ke dalam perkebunan singkong dan malam hari masuk ke wilayah perkebunan nanas. Baku tembak antara polisi dengan Lahab berlangsung seru bak film action.

Setelah sekitar 10 menit saling melepas tembakan, Lahab berhasil membawa lari mobil Tekab 308 yang semula digunakan untuk mengadang mobil Honda Jazz yang ia kendarai.

Kondisi pelaku diduga tertembak di bagian perut dan dada. Terjadilah aksi kejar-kejaran. Selanjutnya, Lahab diduga meninggalkan mobil milik polisi tersebut di pinggir jalan dan melarikan diri ke dalam perkebunan singkong.

Saat pengejaran, polisi menemukan jejak Lahab di perkebunan. Terdapat silet serta buah nanas yang telah terkelupas. Lahab diduga memakan buah tersebut untuk bertahan di dalam kebun. Terdapat pula baju kaus warna putih yang dipakai Lahab.

"Kita melakukan pengejaran dari Terbanggi Besar.Polisi menyusuri ruas jalan tol Terbanggi Besar arah Palembang yang belum difungsikan, berdasarkan bercak darah yang menetes," jelas Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah, Ajun Komisaris Yuda Wiranegara, di Mapolres Lampung Tengah, Senin (5/8).

Berdasarkan bercak darah, dari jalan tol pelaku melintas ke arah kebun nanas. Di areal 62, polisi menemukan kaus milik Lahab, dompet, silet, dan nanas yang sudah dimakan.

Pengejaran kemudian dilanjutkan ke areal 42, dan terputus di areal embung (danau). Dari lokasi ini, jejak Lahab tak lagi ditemukan.

Karena kehilangan jejak, sekitar pukul 02.00 WIB, Satreskrim Polres Lamteng berkordinasi dengan Resmob Polda Lampung. Polda pun mengerahkan satu ekor anjing pelacak (K-9).

  • Dua Tim

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Made Rasma, mengatakan, dari areal 42, pihaknya membagi dua tim untuk mengejar Lahab.

"Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, tim kita bagi dua. Satu tim menyisir dari perempatan areal 42 perkebunan, dan satu tim lainnya mengejar dari arah perkampungan," terangnya.

Aparat Polres juga menjaga semua perbatasan kampung yang berdekatan dengan kawasan perkebunan. Mereka juga mendatangi sejumlah rumah sakit dan puskesmas guna mengantisipasi kemungkinan Lahab melakukan perawatan luka tembaknya.

Lahab sudah menjadi Target Operasi (TO) sejumlah kasus pembegalan sejak 2013 lalu.

"Kasusnya sama, yakni curas dan kepemilikan senjata api. Sejak lama dia masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Lamteng dan Polda Lampung," tambah Kapolres.

  • Ikut Kejar

Dalam pengejaran ini, Wakil Kepala Polres Lamteng Komisaris Harto Agung Cahyono turun langsung memburu pelaku ke kawasan perkebunan.

"Kita tidak akan berhenti (lakukan pengejaran). Saat ini Tekab 308 (Satreskrim Polres Lamteng) masih lakukan pengejaran. Saya akan turun ikut lakukan pengintaian.

Saat ini Tekab dipimpin Kasatreskrim (AKP Yuda Wiranegara) masih terus melakukan penyisiran," kata Komisaris Harto Agung.

Jajarannya juga langsung berkoordinasi dengan sejumlah kepala kampung melalui Bhabinkamtibmas. Ini agar masyarakat bisa waspada sekaligus melaporkan jika melihat orang mencurigakan masuk kampung mereka.

"Jadi, jika ada orang tiba-tiba minta tolong karena terkena tembakan, masyarakat bisa segera melapor. Karena itu mungkin kena tembakan polisi. Hubungi polisi atau Bhabinkamtibmas-nya," jelasnya.

  • Sempat Menangkap

Ajun Komisaris Yuda Wiranegara menambahkan, saat aksi penyergapan di Jalinsum Bandar Jaya, Minggu sore lalu, polisi sebenarnya sudah menangkap Lahab.

"Saat kita cegat mobilnya, yang bersangkutan sempat kita pegang dan bekap, tapi dia melawan dan mengambil senjata api yang dibawanya di saku celana.

Dia melepaskan tembakan secara membabi-buta ke arah petugas yang menyergap. Kemudian kita juga lepaskan tembakan ke arahnya, diduga mengenai bagian dada dan perut," kata AKP Yuda.

Yuda meneruskan, jajarannya tidak ada yang tertembak karena aksi Lahab. Namun, karena aksi tembakan balasan, mereka kehabisan amunisi.

Polisi mengetahui jika Lahab terkena tembakan saat menemukan kaus warna putih yang diduga dikenakan pelaku. Kaus tersebut ditemukan di kawasan kebun nanas PT GGP.

"Ada bekas lubang di bagian perut dan dada serta darah yang menempel di kaus tersebut," katanya.

  • Anjing Pelacak

Tak hanya personel dari Polres Lampung Tengah, Polda pun menurunkan tim. Direktorat Reskrimum Polda Lampung Komisaris Besar Bobby P Marpaung mengatakan, 11 personel dari dari Resmob Polda Lampung bersama anjing pelacak (K-9) ikut diterjunkan guna memburu Lahab di areal kebun PT Humas Jaya.

Menurutnya, tidak ada target khusus dalam menangkap Lahab. Namun dalam waktu secepat mungkin pelaku akan ditangkap.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, saat ini polisi melakukan peningkatan pengejaran terhadap pelaku DPO.

"Pasca kejadian Kapolres sudah melakukaan koordinasi dengan polres-polres perbatasan dan didukung Polda Lampung," jelasnya.

Pandra pun mengimbau kepada masyarakat jika mengetahui pelaku dengan ciri-ciri terdapat luka bekas tembak segera untuk melapor ke kepolisian terdekat.

"Kami harapkan pelaku juga segera menyerahkan diri karena cepat atau lambat pasti tertangkap," kata dia.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.