HETANEWS

Pembunuh Ibu Guru Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 16 Tahun

Terdakwa digiring petugas meninggalkan ruang sidang usai dituntut 16 tahun penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Tewasnya ibu guru GO, Elfi Manik (25), yang mayatnya ditemukan di dalam bondar, tertutup pelepah sawit, sempat menghebohkan warga dan menjadi perhatian masyarakat. Pelakunya pun ditangkap, di Padang Sidempuan.

Pelakunya tak lain adalah Yewalson Sijabat als Walson (26), yang masih bertetangga dengan korban. Atas perbuatannya itu, terdakwa Walson, diancam 16 tahun penjara.

Ancaman hukuman itu, dibacakan tim jaksa, Herman Ronald Panjaitan SH dan Juna Karo Karo SH, di PN Simalungun, Rabu (7/8/2019).

Jaksa mempersalahkan terdakwa dengan pasal 339 dan pasal 181 KUH Pidana. Pembunuhan itu, dilakukan terdakwa pada Jum'at (21/12) lalu, sekira pukul 03.00 WIB, di rumah korban, di Huta Lumban Buntu Nagori Laras II. Awalnya, terdakwa hanya berniat melakukan pencurian saja.

Tengah malam itu, terdakwa duduk di depan rumahnya dan melihat jendela rumah korban tidak terkunci. Lalu masuk lewat jendela dan mengambil HP Oppo A37. Naas, aksinya diketahui korban yang terbangun dan langsung diteriaki maling.

Terdakwa langsung membekap mulut korban sambil mencekik leher. Korban berusaha melawan, tapi terdakwa semakin kuat mencekik leher korban hingga tak bergerak lagi. Lalu tubuh korban ditarik ke dapur untuk menghilangkan jejaknya.

Karena korban masih bergerak, terdakwa kembali mencekik leher korban dan mengambil 2 cincin yang ada di jari korban. Tubuh korban diangkat keluar rumah dan dimasukkan ke dalam lobang yang ada di belakang rumah terdakwa.

Melihat situasi aman, terdakwa membawa mayat korban ke bondar dan menutupnya dengan pelepah sawit. Terdakwa sempat membersihkan bercak darah di kamar dengan selimut korban. Lalu membawa selimut dan tas berisi uang Rp.132 ribu dan surat emas.

Didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa secara lisan meminta hakim meringankan hukumannya. Untuk putusan, persidangan ditunda hingga Jumat (9/8/2019) mendatang.

"Untuk pembacaan putusan, sidang ditunda hingga Jumat, “kata Roziyanti didampingi hakim anggota, Justiar dan Nasfi SH. 

Penulis: ay. Editor: gun.