HETANEWS

Ditetapkan Tersangka Korupsi, Posma Sitorus Ajukan Praperadilan

Posma Sitorus. (Foto/dok hetanews)

Siantar, hetanews.com - Tersangka kasus dugaan korupsi proyek Smart City, Posma Sitorus mengajukan Praperadilan (Prapid) ke Pengadilan Negeri Siantar.

"Iya, benar. Kami mengajukan praperadilan tanggal 5 Agustus 2019, kemarin," kata kuasa hukum Posma, Sarles Gultom dihubungi hetanews, Rabu, 7 Agustus 2019.

Sarles dihunjuk bersama Riduan Manik sebagai kuasa hukum Posma dalam kasus tersebut. Permohonan Prapid teregister di nomor perkara 3/Pid.Pra/2019/PN Pms, dengan termohon Kepala Kejari Siantar.

Ia mengatakan, permohonan Prapid diajukan terkait penetapan kliennya yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kominfo Siantar menjadi tersangka dugaan korupsi proyek Smart City Tahun 2017, yang disangkakan oleh penyidik Kejari Siantar.

"Jadi kita mau menguji ini (sah atau tidaknya penetapan tersangka). Bahwa klien kita selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dalam proyek tersebut tidak tahu menahu secara teknis proyek tersebut, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) lah bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Kedua, surat panggilan dari penyidik tidak jelas terhadap klien kami tidak jelas. Artinya didalam panggilan itu dibuat tentang tindak pidana korupsi, tapi tidak ada pasal berapa dan berapa. Ketiga, belum ada jumlah kerugian negara yang dikeluarkan secara resmi oleh badan pemeriksa keuangan (BPK)," ujarnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Siantar Simon CP Sitorus kepada hetanews turut membenarkan gugatan Praperadilan yang diajukan.

Baca juga: Kejari Siantar Tetapkan Kadis Kominfo dan Sekretaris Tersangka Korupsi Proyek Smart City

Penulis: bt. Editor: bt.
Komentar 1
  • Fian Stanley Siahaan
    Masyarakat mau lihat bgmn proses hukum yg berlaku pd kasus ini, kita mau lihat apabila terbukti korupsi kita minta di hukum mati saja, itu sdh keji sekali mencuri uang negara,.. apalagi masyrakt siantar itu org baik baik bukan maling, apalagi maling duit rakyat,..