HETANEWS

Usut Pornografi Anak, Polda Metro Tunggu Informasi dari Pihak Facebook

Polisi tangkap Curanmor Bersenjata Air Softgun

Jakarta, hetanews.com - Penyidik Polda Metro Jaya hingga kini masih terus melakukan pendalaman dugaan tindak pidana Pengancaman dan Pornografi Anak melalui video call WhatsApp, dengan satu orang tersangka yang telah ditangkap berinisial AAP alias PD alias Pras (27). Salah satunya adalah bekerjasama dan menunggu pihak Facebook yang diduga menyimpan nomor-nomor telepon pelaku pornografi anak tersebut.

"Langkah yang sedang dilakukan adalah menunggu hasil daripada Facebook, karena di dalam Facebook kita mendapatkan ada tiga grup WhatsApp. Di sana ada beberapa nomor dan itu menjadi kewenangan daripada Facebook," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/8).

Oleh karena itu, penyidik hingga kini masih terus berkomunikasi dengan layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat tersebut. Ketika nomor itu sudah diberikan, kata Argo, polisi akan langsung melakukan pencarian.

"Dari tiga grup WhatsApp itu bervariasi jumlah anggotanya. Semuanya hampir sekitar 400," ujar Argo.

Dalam hal itu, lanjut Argo, nantinya akan terungkap fakta-fakta baru maupun tersangka baru.

"Kalau kita sudah mendapatkan dari Facebook itu kan mendapatkan data, apakah ada tersangka baru atau tidak. Nanti kita tunggu saja, kalau misal di nomor itu nanti ada yang melanggar ITE, nanti bisa dijadikan tersangka," pungkas Argo.

Sebelumnya, aparat Polda Metro menangkap satu tersangka dugaan Tindak pidana Pengancaman dan Pornografi Anak melalui media elektronik. Satu orang tersebut diketahui atas nama inisial AAP alias PD alias Pras (27) yang ditangkap pada 16 Juli 2019, pukul 21.00 WIB, di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, tersangka mengancam dan pornografi anak dengan cara berkenalan di akun aplikasi game online (Hago).

"Percakapan berlanjut ke aplikasi chating, saat berkomunikasi melalui aplikasi chating tersebut kemudian tersangka meminta video call sex dengan korban dan direkam tersangka tanpa sepengetahuan korban," kata Iwan di Polda Metro Jaya, Senin (29/7/2019).

Iwan menjelaskan, awal mula kasus pornografi anak berlangsung saat korban sedang bermain game (Hago). Saat itu, korban atas nama inisial RAP (9) mendapatkan kenalan atas nama Pras dengan nomer ID aplikasi game online.

"Percakapan berlanjut ke aplikasi chating mengaku bernama PD, saat berkomunikasi melalui aplikasi chating tersebut kemudian tersangka AAP meminta video call seks dengan korban. Kemudian saat melakukan video call seks tersebut direkam oleh tersangka tanpa sepengetahuan korban," jelasnya. 

sumber: merdeka,com

Editor: sella.