HETANEWS

Preman Kampung Ini Didakwa Ancam Korban dengan Pisau

Terdakwa digiring petugas meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jekson Silalahi (25) yang mengaku preman di kampungnya, Huta Nagojor Bagasan, Nagori Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Maraja, diadili di PN Simalungun, Selasa (6/8/2019).          

Menurut terdakwa Jekson, dirinya emosi karena dituduh mematahkan anak tangga tuak milik saksi korban, Amran Situmeang.

Terdakwa dengan pisau mengatakan kepada korban "harus kumatikan kau sekarang, kau preman aku lebih preman,"katanya sambil mengarahkan pisau ke korban yang dicabutnya dari pinggangnya.          

Kejadian itu, pada hari Senin, 15 April 2019, lalu, sekira pukul 17.00 WIB, di warung yang juga rumah korban, di Huta Nagojor. Sore itu, terdakwa melintas dengan pisau di pinggangnya untuk menderes tuak.         

Tapi korban yang sedang duduk bersama istrinya dan keluarganya dari dalam warung mangatakan"kenapa kau patahkan anak tangga tuak saya, cuma kau yang lewat dari situ", kata korban.         

Terdakwa emosi dan mengarahkan pisau serta mengeluarkan kata-kata ancaman.

Akibatnya, korban merasa terancam dan takut dan langsung dirangkul istrinya. Jaksa Sari Ramadhani Lubis SH, menjerat terdakwa dengan pasal 335 (1) ke-1 KUHPidana.         

Untuk memberi kesempatan jaksa membacakan tuntutan, majelis hakim, Roziyanti SH, Aries K Ginting SH dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.