HETANEWS

Peras Pejabat Diskanla Asahan, Oknum Aktivis Ditangkap Polisi

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu saat pemaparan kasus terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap GAB (pakai sebo), di Mapolres Asahan, Senin (5/7/2019) sore. (Foto/Ren)

Asahan, hetanews.com - Guntur Alamsyah Lubis alias GAB (36), warga Jalan Mentimun, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan, ditangkap pihak Sat Intelkam Polres Asahan dari sebuah café, pada Jum'at (2/8/2019) lalu, karena melakukan tindak pidana pemerasan terhadap pejabat, di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Asahan.

Berawal saat GAB yang juga Ketua Gempata (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Asahan Tanjungbalai) ,menghubungi Ahmad Khamrizal Syaputra alias Putra (38), yang merupakan ASN di Diskanla Asahan untuk membicarakan, perihal pembatalan aksi unjuk rasa dan meminta konpensasi atas pembatalan tersebut.

Setelah disepakati, keduanya bertemu di Cafe Barbara, Jalan Diponegoro Kisaran. Dalam pertemuan tersebut, terungkap GAB meminta kepada Putra untuk menyediakan uang sebesar 10 juta rupiah.

Permintaan itu lantas disanggupi Putra dengan memberi 5 juta rupiah sebagai tahap awal dan sisanya akan dilunasi 5 hari kemudian.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, pasal pemberi dan penerima suap tidak bisa disangkakan, karena Putra telah membuat laporan polisi yang tertuang dalam LP/399/VIII/SU/Res Ash tertanggal 2 Agustus 2019.

"Pasal pemberi dan penerima suap tidak bisa diterapkan, karena yang bersangkutan sengaja mengancam akan melaksanakan aksi unjuk rasa, namun akhirnya dibatalkan, setelah si GAB ini meminta disediakan uang sebesar 10 juta rupiah,"kata Faisal saat jumpa pers di Mapolres Asahan, Senin (5/8/2019) sore.

Pelaku, lanjut Faisal, dikenakan pasal 368 subsider 335 Ayat (1) tentang tidak tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman dengan hukuman diatas 5 tahun penjara.

"Status si GAB ini sekarang tersangka dan telah dilakukan penahanan. Pelaku dikenakan pasal 368 subs 335 ayat (1) tentang tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman dengan hukuman di atas 5 tahun penjara,"pungkas Faisal, didampingi Wakapolres, Kompol Taufik dan Kasat Reskrim, AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Penulis: rendi. Editor: gun.