HETANEWS

Saksi Sebut Prada DP Ancam Bunuh Fera Oktaria jika Pacaran dengan Pria Lain

Palembang, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang kembali menggelar sidang kasus pembunuhan Fera Oktaria (21) dengan terdakwa Prada DP, Selasa (6/8). Sidang kali ini menghadirkan beberapa saksi.

Saksi yang dihadirkan pertama hari ini adalah Imelda (21), teman korban. Imelda merupakan saksi keenam yang dihadirkan karena pada sidang pertama sudah lima saksi yang memberikan keterangan.

Kepada majelis hakim saksi menyebut mengenal dekat dengan korban dan terdakwa sejak lama. Dia pun mengetahui keduanya menjalin hubungan asmara sejak 2015.

Pada tahun pertama pacaran, korban dan terdakwa tidak pernah terlibat cekcok, mereka nampak mesra. Dua tahun kemudian barulah nampak sifat asli terdakwa.

"Mereka saya lihat bertengkar di rumah korban, korban dicekik terdakwa, masalahnya karena memori telepon. Seingat saya itu terjadi tahun 2017," ungkap Imelda.

Baca juga: Deretan Kekejaman Anggota TNI Prada DP Habisi Pacar Tengah Hamil 2 Bulan

Selain menyaksikan langsung, Imelda juga sering menjadi teman cerita oleh korban. Korban mengeluhkan sikap kasar terdakwa terhadapnya.

"Korban bilang takut dianiaya terus," ujarnya.

Saking takutnya, kata Imelda, korban pergi ke Bengkulu untuk menghindari terdakwa. Ternyata, terdakwa mengetahuinya dan menjemput korban kembali ke Palembang.

"Terdakwa jemput korban ke Bengkulu, padahal korban mau kabur dari dia," kata dia.

Imelda mengatakan, korban semakin takut karena diancam dibunuh terdakwa. Ancaman itu lantaran korban ingin putus darinya dan berpacaran dengan laki-laki lain.

Baca juga: Oknum Anggota TNI Mutilasi Kasir Indomaret, Terungkap Sosok Serli Kekasih Lain Prada DP

"Lebih baik kamu (korban) mati dari pada diambil orang," kata Imelda menirukan ucapan korban.

Semakin hari, korban semakin dibuat resah meski masih berhubungan dengan terdakwa. Terlebih, dia mengetahui terdakwa kabur dari tempat pendidikan di Baturaja, Ogan Komering Ulu.

"Korban curhat takut dicari terdakwa karena DP minggat dari tempat pendidikan. Dia bilang itu saat malam sebelum korban hilang," katanya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.