HETANEWS

Pencairan Uang PIP untuk Murid SD di BRI Doloksanggul 'Gaduh'

Para orang tua siswa yang menerima PIP tampak membludak memadati halaman BRI Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Proses pencairan uang untuk murid Sekolah Dasar (SD) melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikemas dalam bentuk simpanan pelajar (Simpel) di BRI Doloksanggul, yang berlokasi di jalan Merdeka Doloksanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (5/8/2019), mengalami kegaduhan.

Kegaduhan itu, dipicu karena banyaknya orang tua murid yang datang ke BRI Doloksanggul, tanpa memperoleh apa-apa. Padahal, sesuai pengakuan mereka, kedatangan  para orang tua ke sana adalah berdasarkan petunjuk kepala sekolah.

Seorang warga Desa Saitnihuta, Nursita Simamora (43), mengaku sangat kecewa dengan pelayanan BRI Doloksanggul tersebut, karena terkesan  tak mau memaparkan apa sebenarnya yang terjadi.

Kekecewaannya ditenggarai  karena saldo di dalam rekening anaknya, tiba-tiba sudah tidak ada, padahal ia dan anaknya belum pernah melakukan transaksi. Di buku rekening anaknya, terlihat, bahwa saldo awal tercatat senilai Rp 900.000,-. Namun di saldo akhir terlihat hanya Rp 10.000,-.

Beberapa orang tua berbincang-bincang dengan wartawan dan memberitahukan keluhan mereka. (Foto/Rachmat Tinton)

"Hepeng si 900 i, dang adong be inna. Hape dang hea dope ditarik hami. Jala kepala sekolah SD negeri 173429 Saitnihuta do manuruh hami tu son. Makana heran hami (Uang yang 900 itu sudah tidak ada lagi katanya. Padahal kami belum pernah melakukan penarikan. Yang nyuruh kami ke sini pun adalah Kepala Sekolah  SD Negeri 173429 Saitnihuta . Makanya kami heran) ,"terang Nursita, seraya memunjukkan buku tabungan anaknya.

Hal serupa juga diungkapkan Marusaha Simamora (37).  Warga Desa Saitnihuta ini juga menuding kalau petugas BRI Doloksanggul, terkesan tak peduli dengan masyarakat yang sudah antri dari pagi hingga sore.

Marusaha mengatakan, ia dari pagi sudah rela antri demi ingin mendapatkan  uang sesuai petunjuk dari Kepala Sekolah anaknya. Namun ironisnya, kata dia, petugas BRI malah  menyuruhnya pulang lantaran saldo, di rekening Simpel anaknya sudah habis. Ia juga mengaku belum pernah melakukan transaksi apalagi penarikan dari rekening anaknya tersebut.

"Sialnya, petugas BRI tak mau menjelaskannya secara rinci. Kenapa saldo anak saya bis raib, padahal belum ada penarikan dari pihak kami,"keluhnya.

Pantauan hetanews.com, di BRI Doloksanggul,  hingga hari sudah menjelang sore, antrian masih terpantau ramai. Antrian tampak membludak hingga halaman, dan bahkan  sebagian bahu jalan, masih dipenuhi para orang tua murid.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak BRI Doloksanggul, belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan yang mencoba masuk ke dalam Kantor BRI langsung  dicegat petugas keamanan. Petugas beralasan, kalau situasi di dalam Bank saat ini sungguh  sangat sibuk.

Penulis: rachmat. Editor: gun.