HETANEWS

Pasutri Rentenir Ini Berbelit-belit Beri Keterangan saat Sidang

Monita diikuti suaminya Ricardo, berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pasangan suami istri (Pasutri), Ricardo Simanjuntak als Kardo (47) dan Monita Siska Suherli Pulungan als Mak Dita (37), sempat dibentak hakim, karena memberikan keterangan yang berbelit-belit.

"Tak ada niat mu kan mau bayar uang itu, banyak kali alasan mu,"kata Justiar Ronald SH, salah satu hakim anggota, di PN Simalungun, Senin (5/8/2019).       

Ketika ditanya, pasutri ini mengaku berniat memberikan uang korban, tapi sudah berapa tahun dan hingga keduanya jadi terdakwa, korban belum menerima uangnya.         

Pasutri ini yang kesehariannya meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi (rentenir) ini, meminjam modal (uang ) milik saksi korban Dr. Kristin Riviera Mart Nahampun MM. Pinjaman dengan total Rp 235 juta, diambil terdakwa dengan cara bertahap.        

Pinjaman itu, rencananya akan dikembalikan selambatnya 3 bulan dengan bunganya. Korban percaya karena selama ini sudah mengenal dan bisnis mobil rental dengan pasutri ini.        

Dalam persidangan siang itu, pasutri ini menjalankan uang dengan memberi pinjaman kepada para lurah, pegawai camat, di desanya. Seperti diungkapkan salah seorang saksi yang mengaku meminjam uang sekitar Rp.25 juta dan dikembalikan kepada terdakwa sebesar Rp.48 juta.          

Namun, pasutri ini, tidak mengembalikan uang korban Dr. Kristina yang dipinjamnya, pada Nopember 2017, di klinik praktek Dr Diklanto Silaen, di Jalan Besar Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik. Keduanya bertempat tinggal di Kecamatan Sidamanik, sepertinya tidak merasa bersalah hingga hakim sempat mengesalkan sikap keduanya.       

"Sepertinya kalian tidak merasa bersalah ya, gak usah ketawa ketawa kau disitu,"kata hakim lagi.        

Jaksa Hiras Afandi Silaban SH, menjerat pasutri ini dengan pasal 372 ataupun pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. Dalam perkara ini, pasutri ini berstatus tahanan rumah.        

Pemeriksaan sudah cukup, untuk membeti kesempatan jaksa membacakan surat tuntutannya, persidangan dibantu panitera Paringatan Saragih SH, dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.