HETANEWS

Perjuangan Seorang Ibu Bhayangkari Polres Tanjungbalai Dalam Menuntut Keadilan Untuk Dirinya dan anaknya.

Ridhani ketika memperlihatkan surat Pengaduannya terhadap suami dalam aduan tindak pidana Kawin Halangan.

Siantar, hetanews.com -Pernikahan adalah hal yang sangat sakral, dan hal tersebut bisa hancur karena adanya orang ketiga, hal inilah yang menimpa Ridhani bhayangkari polres Tanjungbalai dalam bahtera rumah tangganya setelah 17 tahun menikah dan dikaruniai 5 orang anak.

Ridhani yang menghubungi hetanews, Minggu (04/08/2019) menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan rumah tangganya tersebut, diceritakannya bahwa pernikahan Ridhani dengan suaminya yang bernama Brigadir Kurniawan yang bertugas di Sabhara Polres Tanjungbalai.

Awal mulai keretakan rumah tangga sudah dirasakan Ridhani sejak awal Tahun 2014 lalu, namun Ridhani baru mengetahui bahwa suaminya menikah lagi dengan perempuan yang bernama Ertikasari sesuai Akta Nikah 042/03/V/2016 yang dikeluarkan oleh KUA habinsaran kabupaten Tobasa dan didukung dengan adanya surat permohonan ijin menikah dari Kasat Sabhara AKP Ridwan di tahun 2016.

"Mereka menikah resmi diKUA Habisaran, Tobasa, disini saya aneh tanggal 18 April 2016 Kasat Sabhara mengeluarin surat ijin permohonan menikah kepada dia (Suaminya), padahal aku masih istri sah dan tahun 2016 tidak ada proses apapun dipolres Tanjungbalai tentang ijin nikah apalagi ijin cerai dari aku" sebutnya.

Mengetahui pernikahan tersebut,dibulan Maret Tahun 2018 Ridhani melaporkan Brigadir kurniawan (suaminya) kepolres tanjung balai dengan dugaan Tindak Pidana Kawin Halangan dengan nomor laporan STPL/35/III/2018/Res Tjb.

"juni 2019 Brigadir Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka tapi tidak ditahan oleh polres tanjung balai padahal dia( suaminya) secara kode etik polri jelas terbukti salah melakukan kawin halangan dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tanjungbalai tapi kemarin ada surat yang menyatakan P19 Tahun 2019 dari Kejaksaan sampai sekarang prosesnya sangat lambat," katanya.

Hati Ridhani semakin hancur mana kala dibulan Agustus Tahun 2018, suaminya tersebut melakukan gugatan cerai ke PN Tanjungbalai. Setelah Ridhani melaporkan suaminya  kepolres Tanjungbalai dan yang membuat Ridhani semakin sakit hati dimana di Bulan Desember Tahun 2018 Kapolres Tanjungbalai AKBP Rivai Irfan mengeluarkan surat ijin cerai terhadap dirinya dan suaminya.

"ditambahi adanya pemalsuan tanda tanganku karena aku tidak pernah tanda tangan apapun untuk cerai bahkan setuju kalau suamiku nikah lagi,padahal dia(suaminya) sudah menikah resmi diKUA 2016 dengan perempuan lain".

Masih kata Ridhani dia juga sangat bingung terkait proses hukum yang atas pengaduan yang dia berikan ke Polres Tanjungbalai.

"Padahalkan aku masih menjalani proses hukum dengan dia(suaminya) dipolres tanjung balai, apakah kasus ini sengaja mau di diamkan?, sementara bukti dan saksi lengkap dan dia (suaminya) dari 2016 sampai saat ini tidak memberi nafkah buat kami, karena dia ( suaminya) Polisi seperti dilindungi dan proses perkara aku sangat lambat, aku dari sini merasa sudah tidak ada lagi keadilan dari pimpinan sebagai istri sah dr Brigadir kurniawan," katanya.

Dia juga menuturkan jika surat nikah yang dikeluarkan oleh KUA Habinsaran Tobasa tidak sah, karena disaat itu dirinya dan suaminya masih sebagai suami istri yang sah.

"sebenarnya surat nikah yang dikeluarkan KUA Habinsaran tobasa tahun 2016 tidak sah, karena aku masih istri sah dan belum bercerai dan aku sudah melaporkan kepolres tanjung balai terkait kawin halangan"sebutnya bercerita kepada hetanews.

Namun Hati Ridhani merasa tidak puas, dia merasa diberlakukan secara tidak adil, dengan bermodalkan keberanian akhirnya Ridhani meneruskan pengaduannya karena dia merasa adanya keterpihakkan dipolres Tanjungbalai tersebut ke Polda dan Mabes Polri.

"Aku hanya minta perlindungan hukum dan diberlakukan secara adil,juga hati nurani Pimpinan karena aku merasa pimpinan melindungi oknum polisi yang sudah terbukti bersalah dan tidak ditindak tegas oleh pimpinan polres dimana polisi sebagai pengayom,pelayan dan pelindung masyarakat apalagi aku adalah istri sah dan seorang Bhayangkari sudah dilecehkan dan diberlakukan secara tidak adil," sebutnya dengan tegas.

Penulis: tom. Editor: tom.