HETANEWS

Janda 51 Tahun Ini Harapkan Program Bedah Rumah dari Kementerian

Rumah Baniolo Rumapea, janda 51 tahun yang belum mendapatkan bedah rumah dari Kementerian maupun pemerintah daerah. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Janda empat anak ini, sepertinya harus lebih lama lagi bersabar untuk menerima bantuan program bedah rumah yang digadang - gadang Kementerian Perumahan Rakyat.

Baniolo boru Rumapea, janda 51 tahun yang tinggal di Huta Sipakko, Dusun 1 Desa Toguan Galung, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir ini, sudah 20 tahun  menempati rumahnya, semenjak dia membina rumah tangga, hasil dari pemberian mertuanya dan tinggal bersama almarhum suaminya, yang sudah memberikan empat orang anak.

Pengamatan Hetanews.com, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Rumah tersebut, belum dimasuki listrik, tidak memiliki kamar mandi, berdidindingkan papan yang sudah tampak kusam, lanatai papan, atap rumah masih menggunakan atap Ijuk, tiang pondasi rumah sudah tampak miring dan nyaris hampir roboh yang sewaktu waktu siap menimpa ibu, beserta anaknya ketika tertidur.

Dan untuk memasak sehari - hari, ibu ini harus menggunakan ranting kayu, sebagai bahan bakarnya karena keterbatasan biaya ekonomi sehari hari.

Dalam kehidupan sehari - harinya, dia hanya seorang petani yang memiliki keterbatasan tenaga didalam aktifitasnya.

Harus memperjuangkan ke empat buah hatinya yang masih sekolah, dan itupun terkadang harus dibantu familinya untuk menumpang belajar dan tinggal yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Yang kebetulan, di sekeliling rumah ibu ini, ada 6 Kepala Keluarga (KK) saja.

Kades Toguan Galung, Liber Parhusip (jaket hitam), ketika mengunjungi rumah Ibu Banioli Rumapea. (foto/stm)

Guna menjual hasil pertaniannya, ibu ini harus menempuh jarak sejauh 10 KM yang disertai dengan kondisi sebagian jalan kurang baik dan memprihatinkan ke ibu kota kecamatan Nainggolan.

Ketika dikonfirmasi, di rumahnya, Sabtu (3/8/2019), boru Rumapea mengaku, belum pernah datang dari Pemkab Samosir melihat kondisi mereka.

“Saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Samosir  memperhatikan keluarga saya yang miskin, agar bisa mendapatkan program bedah rumah yang layak dari Bapak Kementerian Perumahan Rakyat,”ujarnya.

Kepala Desa Toguan Galung, Liber Parshusip ketika dikonfimasi, di hari yang sama, mengatakan, pihaknya di tahun sebelumnya, sudah disuruh pihak Kecamatan untuk mendata warga miskin, dan data itu sudah diberikan kepada kecamatan dan kabupaten.

Kita juga turut mensertakan foto dokumentasi rumah warga untuk dibedah, katanya.

Untuk usulan bedah rumah, sudah tiga kali kami usulkan bolak balik, yang pertama 5 rumah, kedua 7 rumah, dan yang terakhir 7 rumah. Tapi sampai sekarang, Dinas Tarukim Samosir, belum menanggapinya, khususnya bagi warga miskin disini, ujarnya. 

Penulis: stm. Editor: gun.