HETANEWS

Soal Dandi Sanjaya Tewas di Sel, Ini Penjelasan Kalapas Kelas II B Tebingtinggi

Kalapas Kelas II B Tebingtinggi, Theo Andrianus Purba saat foto bersama dengan kedua orang tua korban dan saksi. (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com – Terkait kematian salah seorang binaan lapas Tebingtinggi, Kalapas Kelas II B kota Tebingtinggi, Theo Adrianus Purba mengatakan, penanganan  tewasnya, Dandi Sanjaya (20), napi yang dibunuh temannya sesama napi, sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dandi, warga Jalan Gunung Sumbayak, Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan,. Kota Tebingtinggi, ditemukan tewas di blok 06/C, setelah dipukul dengan balok kayu, Rabu (31/7/2019) subuh.

“Dandi tewas diduga setelah dipukul dengan kayu saat sedang tidur oleh teman sekamarnya, sesama napi, SB (36).Tersanga SB warga Medan, merupakan napi kasus narkotika pindahan dari Rutan Labuhan Deli,” kata Theo kepada wartawan, di kantornya, Sabtu (3/8/2019).

Dugaan tersebut, kata Theo, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan berdasarkan keterangan saksi sesama napi yang melihat kejadian dan dari keterangan pelaku pada penyidik.

Motifnya, karena SB sering kehilangan uang dan barang berharga miliknya dan saat ditanyai pelaku, korban selalu membantah dan tidak mengaku ada mencuri uang dan barang miliknya.

                 Penandatanganan tidak keberatan dari kedua orang tua korban dan disaksikan Kepling. (Foto/WH)                                                                   

“Tersangka SB menjadi dendam membunuh korban saat tidur,” sebut Theo Purba.

Setelah mengetahui, ada napi tewas akibat dibunuh oleh rekannya sesama napi, pihaknya, kata Theo, segera mengamankan tersangka dan langsung menyerahkannya kepada pihak Sat Reskrim Polres Tebingtinggi untuk ditindak lanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kemudian guna untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, pihaknya beserta Sat Reskrim Polres Tebingtinggi, menghubungi pihak keluarga korban.

Baca juga: Sering Kehilangan Uang, Napi Narkoba Aniaya Teman Satu Selnya Hingga Tewas

Setelah dilakukan kesepakatan, ibu korban, Asdriwati beserta Kepling Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, disaksikan keluarga korban yang lain, menandatangani surat pernyataan tidak keberatan untuk dilakukan otopsi.

Pelaksanaan otopsi dilakukan pihak Sat Reskrim Polres Tebingtinggi, di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, guna untuk pemeriksaan penyelidikan, sebut Theo.

“Hasil otopsi adalah hak dan kewenangan polisi. Saya tidak ada kapasitasnya untuk menguraikannya. Saya sebagai Kalapas hanya mendampingi dan mengantar jenazah korban usai diotopsi ke rumah duka,” tutupnya.

Penulis: wh. Editor: gun.