HETANEWS

Polsek Siantar Martoba Gerebek Rumah Berisi Hunian Pemuda Tanggung Berkedok Pekerjaan QNet

Perasonil Polsek Siantar Martoba dan kerumunan warga memadati TKP. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Polsek Siantar Martoba berhasil amankan sebuah rumah kontrakan, di Perumahan Sumber Jaya Indah, Gang Cempaka, Sabtu (3/8/2019).

Petugas yang mendapat laporan masyarakat, langsung turun ke TKP.

Anton, selaku koordinator tak punya identitas (KTP), yang mengaku warga Sipiso-piso, bekerja  di PT Dimensi Jaya Sejahtera, mengumpulkan beberapa orang yang nyatanya sudah berbulan - bulan tidak juga bekerja. Rumah yang digerebek berisi 3, warga Batu Bara, warga Langkat, warga Bengkulu dan luar daerah lainnya.

Bukti setoran tunai sebesar Rp15.000.0000. (foto/ay)

Ketika ditanya petugas, Anton mengaku, memasarkan cakra untuk menetralisir aliran darah dengan harga Rp.8 juta.

G (18 tahun) yang mengaku sudah menyetor Rp.15 juta, tapi 2 bulan tidak juga bekerja, dengan bukti setor.

Orangtua G pun merasa kuatir dan menjemput anaknya di lokasi. Saat dijemput, G terlihat seperti orang bingung.

Barang bukti yang diamankan petugas. (foto/ay) 

Resbon Gultom melalui anggotanya, langsung membawa penghuni rumah tersebut ke Polsek Siantar Martoba.

Menurut Pak RT Suki, rumah tersebut baru dikontrak 1 bulan. Sebelumnya, para tetangga sudah merasa curiga, karena para pemuda yang berusia 18-19 tahun ini, mengaku sebagai mahasiswa.

Penulis: ay. Editor: gun.
Komentar 2
  • Maniacagagalsavage
    assalamualaikum
    emang q net tu pekerjaan nya hanya menipu orang hanya dengan iming2 saja msuk 10 jt atau 15 tapi tidak ada kerja nyaa, q net penipuan kami mau uang kami kembali saya dan rekan teman saya 6 orang telah di tipu juga,
    mereka bukan mahasiswa atau sebagainya mereka bekerja lewad sosmed menipu2 orang saja tapi tidak ada hasilnya, kami mau uang kami di kembalikan
  • Maniacagagalsavage
    pak polisi jangan mau di kibuli mereka hati2 omongan anak2 q net itu dusta semua,.kami mau mereka di berikan keadilan di kenakan pasal uu yg telah ada dengan kasus "penipuan"