HETANEWS

Oknum Mantan Anggota DPRD Tobasa Aniaya Seorang Lansia

Korban MS (74) saat dirawat ke RSU Parapat. (Foto/Stm)

Tobasa, hetanews.com – Keributan hingga berujung penganiayaan, terjadi di warung milik marga sirait, yang dikelola PS (43), di jalan Justin Sirait no.12, kelurahan Parsaoran Ajibata, kecamatan Ajibata, kabupaten Tobasa, Selasa (30/7/2019), lalu, sekitar pukul 17.45 WIB.

Peristiwa itu sontak menjadi tontonan banyak warga. Apalagi, 3 oknum pelaku pengeroyokan yang mendatangi usaha milik Sirait tersebut, nekat melakukan keributan dan pengrusakan perlengakapan warung, seperti membalikan meja, kursi, dan bahkan konsumen yang saat itu sedang makan di dalam, ikut berhamburan keluar.

Aakibat aksi ke 3 pelaku yang masih ada hubungan keluarga, membuat tak seorang pun berani melerai dan termasuk Camat Ajibata, Tigor Sirait, hanya mampu menonton peristiwa itu

Adapun awal dari pertikaian ini, bermula dari teguran pemilik rumah MS.

Dia  menegur pejerka cafe, agar air limbah dari usaha cafenya, jangan tumpah sampai ke pekarangan rumahnya.

STPL No. 16/VII/2019 dari Mapolsek Lumban Julu yang sudah diterima korban. (Foto/Stm)

Lalu karyawan cafe menyampaikan hal teguran tersebut ke tokenya.

Nggak lama kemudian, pemilik café, boru Panjaitan, yaitu ibu dari RS yang juga mantan anggota DPRD Tobasa, 10 tahun yang lalu ini, mendatangi rumah MS (korban pengeroyokan),  sambil menunjukan surat kepemilikan tanah terhadap bagunan cafe berdiri.

Lantas MS tidak mengakui, itu tanah milik dia. Akhirnya boru Panjaitan, pulang ke rumah.

Diduga merasa tidak senang, tak lama kemudian, RS mendatangi warung milik MS, hingga terjadi perdebatan yang sengit hingga MS dikeroyok oleh PS, bersama pegawainya, berinisial HS, pada sore harinya. 

Akibat dari pengeroyokan ini, MS yang sudah lanjut usia (usia 74 tahun),  mengalami kepala belakang bocor dan berdarah, sehingga anak korban melarikannya ke rumah sakit umum Parapat, pada sekitrra pukul 17. 40 WIB, guna mendapatkan perawatan ke medis.

Keesokan harinya, Rabu (31/7/2019), pukul 10.00 WIB, korban bersama keluarga mendatangi Mapolsek Lumban Julu, guna melaporkan pengeroyokan tersebut, Selasa (30/7/2019), lalu, sekitar pukul 17.45 WIB.

Cafe Naborsahaan yang tidak memiliki ijin menjual miras dan ijin keramaian dari pihak Mapolres Tobasa. (Foto/Stm)

Dalam perkara ini, pihak Polsek Lumban Julu sudah mengamankan barang bukti, berupa satu buah kursi plastik warna hijau, satu potong jaket lengan panjang warna abu - abu yang ada bercak darah dari MS, Kamis (1/8/2019).

MS, salah satu korban pengeroyokan kepada hetanews.com, Jumat (2/8/2019) mengatakan, kejadian itu sudah dilaporkan ke Mapoksek Lumban Julu dan sudah terima STPL-nya.

Akibat pengeroyokan itu, saya jadi kurang sehat, sesak nafas, kejang - kejang, dan saya merasa  nyawa saya terancam, ujarnya.

Saya berharap kepada pihak kepolisian agar pelaku pengeroyokan, secepatnya ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI, tanpa memandang status siapa dia, tutupnya. 

Penulis: stm. Editor: gun.