HETANEWS

Polres Tebingtinggi Amankan 3 Tersangka Jual Beli Satwa Dilindungi

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Rahmadani SH, Kanit Tipiter, Ipda Lidya Gultom, Kasubbag Humas, Iptu J Nainggolan dan Gakkum KLHK Wilayah Sumatera saat menggelar press release, Jumat (2/8/2018). (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com - Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi S.IK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Rahmadani, memaparkan penangkapan 3 orang tersangka dalam kasus  jual beli satwa dilindungi, Jumat (2/8/2019), pukul 14.00 WIB.

Dijelaskan Kapolres tersangka Suriadi (48), menyuruh Sofian (43), mengambil blangkas yang sudah dipesan dari nelayan yang ada di daerah Gembus Laut, Kabupaten Batu Bara, dan dimuat kedalam karung plastik berwarna putih dan warna biru.

Lalu diangkut pakai mobil pick up suzuki carry BK 9460 ZF warna hitam, dengan tujuan untuk disimpan di gudang milik tersangka Suriadi, di Dusun I, Desa Pematang Pasir Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Namun sebelum tiba di tempat tujuan, Jumat (2/8/2019), sekira pukul 01.00 WIB, tepatnya di jalan lintas Tebingtinggi - Kisaran, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai, tersangka Sofian ditangkap Satreskrim Polres Tebingtinggi, pada saat mengangkut blangkas yang masih hidup sebanyak 165 ekor, papar Kapolres.

Barang bukti yang diamankan Polisi. (Foto/WH)

Kasat Reskrim, AKP Rahmadani,  menambahkan,  bahwa hal tersebut ditindak lanjuti melalui Kanit Tipiter, Ipda Lidya Gultom.

Dimana blangkas tersebut, merupakan satwa yang dilindungi.

Dan pada saat tersangka Sofian, mengangkutnya, dia tidak bisa memperlihatkan dokumen pengangkutan.

Dan menurut pengakuan tersangka Sofian, bahwa blangkas yang hidup adalah milik tersangka Suriadi.

Kemudian sekira pukul. 06.00 WIB, tersangka Suriadi, bersama Eko Wijaya (35), ditangkap di Dusun I, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Dimana tersangka Eko Wijaya, berperan sebagai pemegang kunci dan penjaga gudang tempat blangkas disimpan.

Dan dari gudang milik tersangka Suriadi, juga ditemukan blangkas mati sebanyak 167 ekor.

Menurut pengakuan tersangka Suriadi, bila blangkasnya sudah terkumpul sebanyak 400 ekor, maka tersangka Suriadi akan menjualnya kepada IPAI, yang beralamat di Tanjungbalai.

Barang bukti yang diamankan Polisi. (Foto/WH

Dan menurut tersangka Suriadi, blangkas dibelinya per ekor dari nelayan dengan harga Rp.13000.

Para pelaku dipersangkakan dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Yo Pasal 40 ayat (2) UURI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemya.

Dan barang bukti yang berhasil kita sita, blangkas sebanyak 332 ekor dan 1 unit mobil pick up suzuki cerry BK 9460 ZF, dari 3 tersangka.

Barang bukti, saat ini kita amankan di Polres Tebingtinggi, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya dan rencananya   akan melimpahkan Laporan Polisi ke BKSDA Medan, terang Kasat Reskrim.

Penulis: wh. Editor: gun.