HETANEWS

Timsus Gurita Polres Tanjungbalai Sikat 3 Tersangka Penadah Hasil Curian

Ketiga tersangka yang diamankan Timsus Gurita Polres Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Masih dalam rangka Ops Sikat Toba 2019, Timsus Gurita meringkus 3 orang pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian, di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 134409, Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan TB. Kota I, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, pada Minggu (14/7/2019), lalu.

Peristiwa hilangnya proyektor, di sekolah tersebut, membuat sang kepala sekolah, Khairun Nisyak (56), membuat laporan polisi, ke SPKT Polres Tanjungbalai dengan No: LP/184/VII/ 2019/SU/RES T. BALAI, tanggal 15 Juli 2019, karena mengalami kerugian negara sebesar Rp 50 juta.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, Jumat (2/8/2019) mengatakan, ke 3 tersangka ini diringkus dari lokasi yang berbeda, karena terlibat dalam pencurian berat atau menadah hasil curian, sebagaimana maksud dalam pasal 363 subs 480 ayat (1) dan (2) dari KUHPidana.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Timsus Gurita Polres Tanjungbalai, melakukan penyelidikan dan akhirnya dapat informasi, bahwa proyektor curian tersebut, disimpan di suatu rumah milik Riyan (53), di Jalan Alpukat, Kelurahan Pantai Johor, Kecamatan  Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, pada Kamis (1/8/2019), pukul 04.00 WIB.

Dari rumah tersebut,  Timsus Gurita, berhasil menemukan 2 unit proyektor dan hasil introgasi didapat keterangan, bahwa 1 unit proyektor telah dijual kepada seseorang, di Jalan Pasar Banjar,  Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat,  Kabupaten Asahan.

Di rumah Muhammad Sirat (49), ditemukan satu unit proyektor, yang dibelinya dari Riyan dengan harga Rp 1 juta.

"Tersangka Riyan ini adalah sebagai penadah dan mendapat barang curian ini dari seseorang yang bernama Agus Salim (23),  warga  Jalan H. Adam Malik, Kelurahan  Sijambi, Kecamatan  Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, " sebut AKBP Irfan Rifai.

Hasil introgasi awal, bahwa Agus Salim ini, sebagai orang tengah atau perantara dari seseorang berinisial OP (DPO), yang bertugas sebagai pembeli proyektor hasil curian.

AKBP Irfan Rifai menuturkan, ketiga tersangka ini kini masih dilakukan pemeriksaan dan petugas masih melakukan pencarian terhadap OP yang diduga sebagai pelaku utama dalam pembobolan, di sekolah tersebut.

Penulis: ferry. Editor: gun.