HETANEWS.COM

Pokja di Dinas PUPR Undur Diri, Jhonson Tambunan Makin Irit Bicara

Jhonson Tambunan saat diwawancarai sejumlah wartawan di teras ruang komisi DPRD Pematangsiantar, Jumat (2/8/2019).

Siantar, hetanews.com - Sebanyak 7 Kelompok Kerja (Pokja) Dinas PUPR, mengundurkan diri dan meninggal tugas lantaran takut diperiksa.

Selain anggota Pokja, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Siantar juga mengundurkan diri.

Hal itu terungkap dalam rapat antara Dinas PUPR dengan Anggota Komisi III DPRD Siantar, dalam pembahasan Perubahan APBD 2019, di ruang Komisi, Jumat (2/8/2019) siang.

"Ada 7 pokja di Dinas PUPR, seluruhnya mengundurkan diri. Satu PPPK tugu Sang Naualuh yang juga mengundurkan diri. Secara pribadi, pernah saya tanya alasannya, mereka tidak nyaman bekerja karena adanya pemeriksaan - pemeriksaan," kata Jhonson, menjawab pertanyaan anggota Komisi III.

Sekedar informasi, pokja ini adalah  tim yang berhak menentukan peserta lelang menjadi pemenang. Jhonson Tambunan mengakui, bahwa ini akan menjadi kendala.

"Iya terkendala," ucap Jhonson dengan singkat, kepada wartawan saat dijumpai setelah rapat selesai.

"Sebelum proses pun sudah mundur (pokja)," katanya seraya berjalan menuju mobil dinasnya.

Dalam kesempatan wawancara singkat tersebut, Jhonson Tambunan, justru semakin irit bicara saat dicerca wartawan, dengan pertanyaan-pertanyaan seputar proyek yang ada di Dinas PUPR Siantar.

Termasuk diantaranya, aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, menyebut Dinas PUPR belum menyelesaikan sejumlah proyek, diantaranya proyek pembangunan Tugu Sang Naualuh, stadion dan proyek pembangunan lainnya.

Baca juga: Sepak Terjang Jhonson Tambunan dan Tindakan Aparat Penegak Hukum

Hal itu terungkap lewat laporan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Sumut, terhadap keuangan Pemko Siantar di Dinas PUPR.

Ditanya mengenai proses pengembailan anggaran tersebut, Tambunan, hanya bilang bahwa itu sudah dikembalikan sebagian.

"Sudah ada dikembalikan sebagian," ucapnya.

Kemudian belakangan ini juga beredar informasi, jika Plt Kadis PUPR yang telah menjabat kurang lebih empat tahun ini, bolak balik di panggil Kejaksaan Tinggi Sumut. Pemanggilan tersebut terkait urusan proyek. Disinggung mengenai hal itu, Jhonson justru bilang tidak tahu.

"Yang di Kejatisu? Tanya lah orang itu, Mana tahu saya, kan. Apa yang mau saya tanggapi, orang gak tau sampai gimana, kan," ungkapnya seraya masuk ke dalam mobil.

Penulis: gee. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!