HETANEWS.COM

Ditetapkan Tersangka, Kadis Kominfo dan Sekretaris Terkena Pilek dan Sakit Jantung

Posma Sitorus saat memasuki mobilnya. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Siantar, Posma Sitorus, dan sekretarisnya, Acai Tagor Sijabat, mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar. Keduanya beralasan sakit jantung, dan pilek disertai demam.

Beberapa hari setelah pemanggilan tersebut, kedua pejabat Diskominfo itu, kemudian muncul bersama bawahannya, saat rapat bersama Komisi III DPRD Siantar, dalam pembahasan Perubahan APBD 2019, Jumat (2/8/2019) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Ditemui usai rapat, Sekretaris Dinas Kominfo, Acai Tagor Sijabat, mengaku sakit makanya tidak menghadiri rapat tersebut.

"Pilek aku disitu, demam. (Dirawat) dirumah. Kita gak ada unsur kesengajaan sakit. Iya memang sakit. Teman-teman datang ke rumah. Dipikir awak bohong kan, tapi memang sakit," kata Acai.

Acai membantah, jika dirinya dan Kadis Kominfo, Posma Sitorus, sengaja beralasan sakit untuk mangkir dari panggilan tersebut."Iya memang sakit," tukasnya, seraya mengaku jika ada panggilan panggilan selanjutnya, dirinya akan memenuhi panggilan tersebut.

Di tempat yang sama, Posma Sitorus juga mengaku akan menghadiri panggilan pemeriksaan berikutnya dari penyidik Kejari. Kata mantan Kadis Perhubungan Pematangsiantar ini, dirinya akan mengikuti proses pemeriksaan.

"Kita ikuti aja nanti prosesnya ya," ucapnya seraya berjalan meninggal ruangan rapat.

Sekretaris Dinas Kominfo, Acai Tagor Sijabat. (foto/gee)

Disinggung mengenai penegasan  Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, agar kedua pejabat Diskominfo itu menghadiri pemanggilan penyidik, Posma bilang akan mengupayakan hal itu.

"Nanti kita akan upayakan," ucapnya, sembari mengatakan, dirinya tak mengetahui surat pemanggilan selanjutnya dari penyidik Kejari.

Ketika disinggung, alasan dirinya tak memenuhi panggilan penyidik atas kasus korupsi proyek smart city tersebut, pria berkulit hitam dan berkumis ini, mengaku terkena sakit jantung.

"Sakit aku bah, sakit jantung. Tapi sudah sehat," katanya, tanpa merincidi rumah sakit mana dirinya dirawat.

Baca juga: Kadis dan Sekretaris Kominfo Ditetapkan Tersangka, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota

Sebelumnya, penyidik kejaksaan mengidentifikasi adanya kerugian negara mencapai Rp500 juta dalam proyek smart city.

Dalam proyek ini, PS yang juga Kadis Kominfo dan pengguna anggaran. Sedangkan ATS, Sekretaris Diskominfo yang diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Siantar, Dostom Hutabarat, membeberkan program smart city terbagi dalam beberapa bagian kegiatan, seperti pengadaan viber optik, jaringan, radio link yang menggunakan bandwith.

Dijelaskannya, modus dugaan korupsi dengan cara pembayaran bandwith lebih dulu, meski jaringan belum terhubung, di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Penulis: gee. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!