HETANEWS

Biaya Kirim Rp 180 Juta, Pengiriman Ambulans ke Krayan Tertunda 2 Tahun

Samarinda, hetanews.com - Dua ambulans Ford Ranger bantuan Kemenkes di tahun 2017, Rabu (31/7) akhirnya dikirimkan ke Puskesmas Long Layu, yang berada di perbatasan Malaysia, di Nunukan, Kalimantan Utara. Kedua mobil bantuan itu, sebelumnya terparkir 2 tahun di kantor Dinkes Nunukan. Mengingat mahalnya ongkos kirim ke Krayan.

Pengiriman kedua unit ambulans yang diperlukan bagi Puskesmas Long Layu, dilakukan oleh kontraktor, yang terlibat proyek pengadaan jalan di perbatasan Malaysia, Krayan.

"Biaya pengiriman mengunakan APBD Perubahan tahun 2019, dengan nilai kontrak Rp 180 juta," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Parmedy, kepada wartawan di Nunukan, Kamis (1/8).

Ongkos Rp 180 juta itu, menurut Parmedy, lebih murah ketimbang pengiriman yang mesti lebih dulu melalui wilayah Sarawak, Malaysia. Dimana, per unit mobil menelan biaya Rp 175 juta.

"Jalur pengiriman 2 ambulans ini mulai dari Nunukan ke Sei Manggaris, kemudian jalan darat ke Malainau. Tiba di Malinau, akan diberangkatkan ke Krayan, ikut mobilisasi alat berat milik kontraktor," ujar Parmedy.

Menuju ke Krayan sendiri, memakan waktu hingga 2 bulan, mengingat medan yang tidaklah mudah. "Lamanya waktu mobilisasi, karena membuka jalam baru dari Malinau. Yang dikirim selain ambulan kita, juga alat berat ekskavator," tambahnya.

Terhambatnya ambulans Puskesmas Long Layu dan Long Bawan, tidak terlepas dari aktifnya Camat Krayan yang berusaha mencari jalur alternatif pengiriman yang dalam 2 tahun ini, namun terus gagal. Penyebabnya di antaranya, tingginya tawaran harga jasa travel Malaysia dan Indonesia.

sumber: meredeka.com

Editor: sella.