HETANEWS

Kualitas Pengerjaan Kanal Tano Ponggol Dipertanyakan BPI Samosir

Pekerja BRP yang sedang melakukan pekerjaan di lokasi halaman HKBP. (Foto/Stm)

Samosir, hetanews.com - Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Samosir, khususnya pada proyek pembangunan Turap Kanal Tano Ponggol, di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu (31/7/2019), lalu.

Pada kunjungan tersebut, Jokowi berharap, pihak kontraktor melakukan pembangunan dengan Standar Operasional Perusahaan (SOP) secara profesional. dengan tetap menjaga lingkungan.

Namun, baru sehari kunjungan Presiden Jokowi, pihak kontraktor PT. BRP, melakukan pekerjaan pengadukan semen (bathcing plan) dengan manual, serta komposisi campuran beton yang diduga tidak terukur, sesuai takaran yang ada.

Tampak pekerja pengadukan semen manual yang dilakukan, di halaman Distrik HKBP Samosir ini, membuka satu persatu sak semen dan menuangkannya kedalam bucket escavator, lalu menuangkannya kedalam kotak penampung tersebut, pada Kamis (1/8/2019).

Menanggapi hal tersebut, Badan Peneliti Indenpen (BPI) Samosir, Pangihutan Sinaga, meragukan kualitas pembangunan Kanal Tano Ponggol ini kedepannya. Apakah menggunakan Karekteristik (K) 500?

"Kita melihat metode pengadukan beton tersebut tidak profesional dan terdapat kejanggalan-kejanggalan yang berpotensi terhadap kualitas secara teknik," ujar Pangihutan, ketika dikonfirmasi awak media, pada Kamis (1/8/2019).

Dia juga menambahkan, dalam pola pengadukan beton agregat batu pecah dan pasir yang digunakan juga tidak memiliki takaran yang pasti, sehingga mutu beton tersebut diragukan, tidak sesuai dengan spack teknik.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada PT.BRP melalui Manager Proyek, Dedi Sidabutar, mengaku takaran pengadukan tersebut sudah sesuai aturan yang ada.

"Itu sudah sesuai pak, ada JMD (Job Mix Design) nya,"ujar Dedi Sidabutar.  

Penulis: stm. Editor: gun.