HETANEWS

Kadis dan Sekretaris Kominfo Ditetapkan Tersangka, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota

Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com- Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus menegaskan, supaya dua pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), PS dan ATS yang ditetapkan sebagai tersangka agar segera memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

"Saran saya, supaya koperatif saja. Kalau ada panggilan, dipenuhi saja. Kalau ada yang ditanyakan (penyidik kejari) dijawab saja, sesuai apa yang dikerjakannya," kata Togar kepada wartawan saat ditemui usai rapat paripurna VII DPRD Siantar, Kamis (1/8/2019).

Togar Sitorus yang telah memenuhi panggilan Polda Sumut sebagai saksi atas tersangka, Kepala dan Bendahara BPKD Kota Siantar beberapa waktu lalu mengaku koperatif memenuhi panggilan tersebut.

"Kalau aku koperatif saja. Ditanya masalah OTT, 'Tau gak masalah OTT?' 'tau dari media,' saya bilang gitu. Karena masih panggilan pertama, mungkin ada panggilan kedua," pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik kejaksaan mengidentifikasi adanya kerugian negara mencapai Rp500 juta dalam proyek smart city. Dalam proyek ini, PS yang juga Kadis Kominfo dan pengguna anggaran, sedangkan ATS sekretaris Diskominfo yang diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Siantar, Dostom Hutabarat, membeberkan program smart city, terbagi dalam beberapa bagian kegiatan, seperti pengadaan viber optik, jaringan, radio link yang menggunakan bandwith.

Dijelaskannya, modus dugaan korupsi dengan cara pembayaran bandwith lebih dulu, meski jaringan belum terhubung di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Kemudian selama dilakukan pemanggilan terhadap tersangka, Kepala Diskominfo PS dan Sekretaris Diskominfo ATS, mangkir dari panggilan kedua penyidik Kejari Siantar. Kedua dikabarkan sakit dengan bukti surat dari klinik dan Puskesmas.

"Ini panggilan kedua dari tersangka. Kata PH (Penasihat Hukum) keduanya sakit. Ada surat sakit dari klinik satu lagi Puskesmas," kata Kasi Intel BAS Faomasi Laila, kepada sejumlah wartawan, Selasa (23/7/2019).

Kata BAS, pemanggilan selanjutnya tim akan merumuskan bagaimana pemanggilan selanjutnya kepada dua tersangka atas kasus smart city tersebut.

Penulis: gee. Editor: gun.