HETANEWS

9 Anak Punk dari Luar Siantar Diamankan di Polsek Siantar Barat

Sembilan anak punk yang diamankan di Polsek Siantar Barat, tampak serius ketika diberikan pembinaan oleh personel Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat, Aiptu Marlon Hutahaean, Kamis (1/8/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com- Sejumlah anak punk dari luar kota berkunjung ke Siantar. Setibanya di Siantar, mereka diamankan personel Polsek Siantar Barat saat sedang istirahat, di Lapangan H Adam Malik (Tanah Lapang), Kamis (1/8/2019).

Para anggota komunitas punk itu, tidak melakukan perlawanan saat diangkut pakai mobil patroli polisi. Mereka terlihat santai, dengan dandanan yang menyolok. Sekujur tubuh mereka dipenuhi tato dan rambut dicat.

Kesembilan anak punk ini, terjaring saat polisi menggelar razia rutin, di sejumlah tempat, seperti di lokasi Lapangan Merdeka dan Lapangan H. Adam Malik Siantar, Selasa (30/7/3019), lalu. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Siantar Barat untuk didata identitasnya.

Kesembilan anak punk yang berkunjung ke Siantar tersebut, didominasi warga Pulau Jawa, yakni, Candra Dwi Pamungkas (23), warga Tulung Agung, Arianto (27) warga Kota Jakarta, Yagan Adi (19), warga Kota Kendari, Suprianto (27), warga Palu, Sulawesi Tengah, Ribby Anggara (23), warga Kota Tangerang, Bima Galih Prakoso (23), warga Kota Kediri, Gandi Gantara (27), warga Kota Depok, Adelia Nurhidayah (22), warga Kota Jakarta, dan Dendi Syahputra (25), warga Kota Bogor.

Personel Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat, Aiptu Marlon Hutahayan mengatakan, pihaknya sering melakukan razia dan oprasi preman untuk mengurangi tindak kejahatan.

"Mereka (Anak Punk) yang diamankan kita beri pembinaan dan menghimbau agar tidak melakukan aksi kejahatan yang merugikan orang lain," ujarnya.

Dalam setiap razia, biasanya polisi melakukan penggeledahan, guna mencari pisau dari seorang preman dan benda-benda lainnya yang dirasa berbahaya.

Salah satu anak punk yang diamankan polisi yakni, Yagan Adi (19) asal Kendari, ketika diwawancarai menyampaikan, meski sering kali hidup di jalanan, mereka pantang melakukan tindak kriminal, seperti mencuri atau malak. Mereka lebih condong mengamen untuk mencari uang.

"Ha ha ha... banyak hal yang bisa dilakukan, untuk cari duit Mass. Yang penting kami enggak nyolong duit negara," canda Yagan, anak punk yang hobby main Mobile Legends ini.

Sambung teman Yagan lagi, mereka tiba ke Siantar dengan menumpangi truk kosong. Di Siantar, mereka disambut teman sesama anak punk.

"Sebagian memang ada yang hidup di jalan, tapi sebagian punk ada yang punya usaha lain, seperti workshop sablon, distro, dan band," timpali teman Yagan, sesama anak punk.

Sambung Yagan, mereka tak senang jika mereka dikait-kaitkan dengan pelaku kejahatan, seperti nyopet atau kriminal lain.

Karena itu, sama aja bikin nama punk makin jelek lagi, ujarnya.

"Kami cari duit sendiri, dengan mengamen," pungkas Yagan seraya meminta santingan rokok dengan temannya.

Setelah didata identitas kesembilan anak punk tersebut, mereka pun diantar ketempat semula dengan mobil patroli Polsek Siantar Barat.

Penulis: hza. Editor: gun.