HETANEWS

Satres Narkoba Polres Asahan Amankan Eks Anggota TNI dan 700 Gram Ganja, Ini Penjelasan Kasat

Kedua Pelaku, Faisal Aditya (singlet hitam) dan Parlin Pakpahan (kaos putih), serta barang bukti saat diamankan di Mapolres Asahan. (Foto/Humas Polres Asahan).

Asahan, hetanews.com-Sat Narkoba Polres Asahan, berhasil menciduk eks anggota TNI yang desersi (pengingkaran tugas, red) pada 1997 silam, karena menjadi pengedar narkotika golongan I jenis ganja.

Setelah dilakukan interogasi, anggota eks TNI itu, diketahui bernama Parlin Pakpahan alias Parlin (49), warga Jalan Seroja, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan ini, ditangkap bersama Faisal Aditia alias Dedek (29), warga Dusun V, Desa Sijabut, Kecamatan Sei Dadap, Asahan.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu melalui Kasat Narkoba, AKP Antony Tarigan mengatakan, awalnya petugas mendapat informasi, bahwa rumah pelaku kerap dijadikan tempat transaksi narkoba jenis ganja.

Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap Parlin, di rumahnya, pada Selasa (30/7/2019) malam.

Petugas pun melakukan penggeledahan di rumah Parlin Pakpahan dan menemukan 1 bungkusan besar plastik asoy  yang didalamnya berisi diduga ganja dengan bruto (berat kotor) 700 gram.

"Petugas juga menyita timbangan dari tas milik Faisal, serta 2 unit HP yang diduga ada hubungan dengan tindak pidana narkotika," ujarnya.

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku, bahwa barang bukti ganja itu merupakan miliknya yang dibeli dari YS (DPO) seharga Rp 600 ribu/Kg.

Belakangan diketahui, pelaku juga diketahui bekas narapidana dengan kasus yang sama, yang bebas beberapa waktu yang lalu.

"Parlin Pakpahan memang bekas anggota TNI yang desersi pada 1997 silam dan dia juga pernah dipenjara dengan kasus yang sama beberapa waktu yang lalu," kata Antony melalui sambungan telepon kepada hetanews.com, Kamis, (1/8/2019) sore.

Kini, kedua pelaku dan barang bukti digelandang ke Satres Narkoba Polres Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Penulis: rendi. Editor: gun.