HETANEWS

Pedagang Warkop Elisabeth Adang Alat Berat Satpol PP

Pedagang adang alat berat yang ingin robohkan Warkop Elisabeth, Kamis (1/8/2019)

Medan, hetanews,com-Situasi mencekam terjadi di depan RS Santa Elisabeth Medan, Kamis (1/8/2019), saat petugas gabungan Satpol PP Medan, TNI dan Polri mencoba merobohkan warung di sepanjang Jalan Haji Misbah.

Pedagang melakukan perlawanan. Alat berat yang dikerahkan petugas diadang oleh ibu-ibu. Meski demikian, petugas tetap membongkar warung pedagang kaki lima di sana. Beberapa pedagang pun pasrah dengan merapikan sendiri barang dagangan mereka.

Sebelumnya, penertiban Warkop Elisabeth diminta oleh anggota DPRD Medan Hendrik Sitompul. Keberadaan warung kopi dan parkir yang semrawut menurutnya kerap mengganggu lalu lintas, termasuk akses ambulans.

“Kita berharap Pemko Medan segera melakukan penertiban parkir dan pedagang. Keluhan keluarga pasien dan pihak rumah sakit Elisabeth sangat masuk akal karena terganggu pedagang dan parkir,” ujar Hendrik Halomoan Sitompul kepada wartawan.

Pedagang Elisabeth digusur
Pedagang Elisabeth digusur 

Disampaikan Hendrik, selain penertiban pedagang akan membuat taman A Yani terlihat lebih asri sebagai ruang terbuka hijau. Seperti diketahui, pihak RS Elisabeth sudah sering mengeluhkan keberadaan parkir dan pedagang di depan rumah sakit.

Keluarga pasien selalu mengeluh saat membawa orang sakit masuk rumah sakit. Bahkan, pihak RS sudah pernah berdelegasi ke DPRD Medan tahun lalu dan berharap penataan parkir dan pedagang dilakukan.

Pada saat itu pihak RS dan DPRD Medan disepakati dilakukan penataan. Teranyar Puluhan pedagang Warkop Elisabeth melampiaskan emosinya dengan menggeruduk RS Santa Elisabeth Medan, Kamis (1/8/2019).

Pasalnya, petugas Satpol-PP Kota Medan menertibkan lapak-lapak pedagang lantaran kerap menimbulkan kemacetan dan menggangu operasional rumah sakit.

Puluhan pedagang melakukan aksi protes di depan IGD RS Santa Elisabeth Medan. "Kami sudah puluhan tahun berjualan di sini. Jangan mau kalian saja," ucap seorang pedagang

Terlihat, aksi tersebut mendapat reaksi dari petugas keamanan. Seorang polisi mencoba tenangkan pedagang. "Ibu, di sini orang sakit. Ini nyawa. Tolong lah dijaga ketertiban. Jangan di sini. Tolong," ucap personel Polsek Medan Baru.

Tak puas hanya di situ, para pedang pun terus menjerit-jerit di depan RS Elisabeth. "Jangan perkara nyawa. Kami juga di sini nyawa. Pikirkan nasib anak kami," ucap wanita berambut merah.

Akhirnya amukan pedagang pun redah setelah dikomandoi salah seorang pria yang membujuk untuk keluar dari lingkungan RS Elisabeth.

Seorang pedagang pingsan saat perobohan Warkop Elisabeth, Medan, Kamis (1/8/2019)
Seorang pedagang pingsan saat perobohan Warkop Elisabeth, Medan, Kamis (1/8/2019) 

Pedagang di Warkop Elisabeth menolak penggusuran yang dilakukan ratusan personel Satpol PP Medan. Mereka mengadang alat berat yang disiagakan di lokasi.

Seorang pedagang perempuan di sana pingsan. Personel Satpol PP pun mencoba memberikan pertolongan kepada pedagang tersebut.

Meski mendapat penolakan, petugas terus melanjutkan perobohan warung-warung yang berada persis di depan RS Santa Elisabeth Medan.

"Jangan kelen (kalian) gusur semau kelen aja, mau makan apa keluarga kami?" teriak para pedagang.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.