HETANEWS

Heboh Rekaman Minta Uang: Kasi Intel Sebut Bukan Suara Jaksa SS, Ada Ucapan Soal Angka

Kasi Intel BAS Faomasi Jaya Laia. (Foto:dok hetanews)

Siantar, hetanews.com – Publik sempat dihebohkan terkait mencuatnya rekaman percakapan yang diduga oknum Jaksa Siantar berinisial SS meminta uang terkait perkara yang ditanganinya. Meski begitu, orang dalam percakapan ini dibantah dan dikatakan bukan lah Jaksa SS.

“Tadi pagi saya koordinasi dengan jaksa kami sebagaimana dalam pemberitaan, yang bersangkutan mengatakan tidak ada mengatakan seperti itu, meminta uang itu tidak benar. Pada intinya tidak benar,” kata Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia kepada hetanews, Rabu (31/7/2019).

BAS diawal mengatakan belum mendengarkan rekaman yang beredar secara langsung sehingga meminta jurnalis memutar kembali rekaman. Setelah mendengarkan rekaman, dia pun mengatakan kalau orang tersebut bukan lah Jaksa SS.

“Saya dengar gak ada. Suara Pak Samuel juga gak ada saya dengar sama sekali,” ujarnya.

Mantan Kacabjari Pangkalan Brandan itu menambahkan, “nanti kalau diperpanjang pun gak ada ujung-ujungnya ini. Jadi minimal ini lah klarifikasi dari kami ini lah. Jadi kalau masyarakat tidak percaya gimana lagi kan?”

Baca juga: Kajari Siantar Anggap Statemennya Wajar, Sebut Pernyataan Reinhard Suatu Serangan

Diberitakan, dalam rekaman berdurasi belasan menit yang tersebar di kalangan wartawan disebutkan, percakapan itu antara SS dengan pihak keluarga berperkara. Informasinya, perkara yang ditangani SS adalah kasus narkoba.

Dari rekaman yang beredar, terdengar SS mengajukan sejumlah uang kepada lawan bicaranya yang juga merupakan pria. SS mengatakan uang tersebut masuk ke kantong pribadinya.

"Kelen tambahi lah dua juta, dua juta ini lah samaku," katanya dalam percakapan.

Disebutkan percakapan SS dengan pihak keluarga yang berperkara berlangsung di kantin tepat di bagian belakang gedung Kejari Siantar, Jalan Sutomo, Kecamatan Siantar Barat.

Selengkapnya: Heboh Rekaman Diduga Oknum Jaksa Siantar Minta Uang: "Kelen tambahi lah dua juta..."

Penulis: bt. Editor: bt.