Siantar, hetanews.com - Buntut dari pernyataan liar Kajari Siantar Ferziansyah Sesunan, Ikatan Alumni Universitas Simalungun (IKA-USI) menyurati orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu. Ada 2 poin penting yang disampaikan agar dilaksanakan.

Surat bernomor 02/IKA-SS/USI/PS/VII/2019 dirandatangani Ketua IKA USi, Robin Panggabean dan Sekretaris Rendi Aditia. Surat diantar langsung oleh Wakil Ketua IKA-USI, Agus Butarbutar ke Kejari Siantar dan diterima oleh salah seorang staf kejaksaan, kemarin (31//7/2019).

Baca juga: Kajari Siantar Respon Penyataan Reinhard Soal Diskriminasi Tersangka Korupsi: "Suruh Dia Belajar lagi..."

Baca juga: Balas Pernyataan Liar Kajari Siantar, Pengacara Reinhard Serukan Kawal Perkara

Dalam surat dikatakan, USI sebagai salah satu universitas terbesar di Pematangsiantar selalu teguh menapaki luhur dan mengedukasi mahasiswa/i yang menjadi Alumni sehingga memberikan sumbangsih baik tenaga, waktu dan pemikiran demi kemajuan masyarakat khususnya di Pematangsiantar.

Oleh sebab itu, mereka menilai pernyataan Kajari di media online yang menyinggung alumnus maupun kampus USI, bertolak belakang dengan upaya tersebut. Adanya pernyataan itu juga dinilai sangat tidak terukur dan membabi buta sehingga berpotensi menodai cita-cita luhur.

Baca juga: Sebut Pengacara Belajar Lagi, Pernyataan Kajari Siantar Dianggap Tak Beretika

Baca juga: IKA-USI Soal Pernyataan Liar Kajari Siantar: "Kami Tersinggung!"

Masih dalam surat disampaikan, pernyataan Kajari tidak dapat dipandang sebelah mata dan berbahaya, juga berdampak buruk terhadap Civitas Akademi USI.

"Kondisi itu rentan menjadi fitnah serta merugikan para alumni dan kampus USI dimasa kini maupun yang akan datang," tulis mereka dalam surat.

Disebutkan pula, untuk menghindari persepsi publik mereka meminta agar Kepala Kejari Siantar Ferziansyah Sesunan upaya diantaranya:

1. Klarifikasi dan atau permintaan maaf melalui media paling lama 7 hari terhitung sejak surat disampaikan.

2. Berjanji untuk tidak melakukan kekeliruan serupa di masa yang akan datang, setidaknya selama masoj menjabat Kepala Kejari Siantar.