HETANEWS

Tumor Ganas yang Diderita Siti Aisyah Semakin Memprihatinkan

Siti Aisyah bersama suaminya. (Foto/Sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Siti Aisyah (40), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mempunyai 3 anak, saat ini sedang dirawat, di kediaman orangtuanya, Maimunah (74), warga Dusun IV Pematang Kedah, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai.

Siti menderita tumor ganas di bagian leher sebelah kirinya dan kondisinya semakin memprihatinkan, hingga ia membutuhkan uluran tangan para dermawan agar bisa berobat.

Sarjuk (44), suami dari Siti Aisyah saat ditemui wartawan, Selasa (30/7/2019) siang tadi, menerangkan, berawal pada bulan Desember 2018 lalu, istrinya menyari kayu bakar, lalu mengangkat kayu tersebut di atas kepalanya.

Kemudian seperti tersentak dan timbul rasa sakit di bagian leher sebelah kirinya. Kemudian dikusuk-kusuk berulang kali, tapi tidak membaik, bahkan semakin membengkak kemerah-merahan, jelasnya.

Terus dibawa berobat ke Klinik Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu. Awalnya, katanya infeksi, namun tetap juga tidak ada perubahan. Hingga semakin membesar, lalu dibawa lagi berobat ke RSU Melati Perbaungan, pada bulan Mei 2019 dan dinyatakan juga infeksi.

Foto selebaran dari rumah sakit . (Foto/Sutrisno)

Dan pada bulan Juni 2019, dirujuk kembali ke RSU H Adam Malik Medan dan mendapatkan selembar kertas hasil pemeriksaan Instalisasi Radiologi MSCT Scan Nasoparing dengan I.V Contrast, RSU Pusat H Adam Malik, Medan, nomor registrasi 06 - 01- 01 - 201900024099 - 007 dengan hasil tumor nasofaring dengan pembesaran KGB colli sinistra.

Pulang dari RSU Adam Malik, pernah diperiksa oleh Bidan Desa Bogak Besar dan hanya dikunjungi Kepala Dusun IV - V Desa Pematang Kuala, namun hingga saat ini, belum ada pihak lainnya meninjau keberadaan kami, jelasnya  dengan nada sedih.

Dan hingga sekarang, penyakit yang diderita istrinya tersebut, semakin membesar.

Kita tetap merawatnya sendiri di rumah, karena keterbatasan kebutuhan hidup lainnya, sehingga tidak membawanya berobat ke rumah sakit, ungkap Sarjuk.

Sarjuk juga bersyukur dan mengucapkan terimakasih melalui Pemerintah Desa Pematang Kuala yang sudah peduli dan melakukan penggalangan dana, membantu Siti Aisyah untuk kebutuhan sehari-harinya.

Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, tidak bisa berjalan, makan susah dan bicara kesulitan. Karena lidah kaku, sehingga hanya dapat terbaring ditempat tidurnya, katanya lagi dengan nada sedih.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.