Tanjungbalai, hetanews.com - Ingin bergaya hidup mewah, dengan membeli pakaian dari hasil kejahatan,  Andi Gunawan (29), warga Batu 9, Kecamatan Tanjungbalai,  Kabupaten Asahan, diringkus personil Timsus Gurita Polres Tanjungbalai, pada Minggu (28/7/2019), lalu, pukul 18.00 WIB.

Tersangka yang berprofesi sebagai nelayan ini, diringkus di jalan Sipori- pori, Kelurahan Kapias Pulau Buaya,  Teluk Nibung, Tanjungbalai, ketika mengendarai sepeda motor saat akan pulang ke rumahnya.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, kepada wartawan, Senin (29/7/2019) mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/18/VII/2019/SU/TJB/sek Teluk Nibung, tanggal 27 Juli 2019 yang dibuat oleh korban Desi Novita (25), seorang karyawan Indomaret, warga Dusun 4, Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten  Asahan.

Dijelaskan, pada hari Jumat (26/7/2019)  lalu, korban yang berkerja sebagai Karyawan Indomaret, di jalan Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Kapias Pulau Buaya,  Teluk Nibung, memarkirkan sepeda motornya,  Yamaha Juliter Z warna hitam, Nopol BK 6951 BAD, di halaman Indomaret tersebut.

Namun alangkah terkejutnya, setelah dirinya selesai berkerja, pada pukul 23.00 WIB dan akan pulang ke rumahnya, sepeda motornya tidak berada di tempat. Korban bersama teman-temannya, berusaha mencari ke sejumlah tempat, namun tidak berhasil.

Merasa sepeda motornya telah dicuri, korban memilih membuat laporan polisi ke Polsek Teluk Nibung.

Timsus Gurita yang dipimpin Ipda Syahril Situmorang, bersama Tim Buser, langsung terjun ke lapangan, dengan mengumpulkan  data serta mengambil keterangan warga.

Hasilnya ciri- ciri pelaku berhasil diketahui.

Barang bukti pakaian yang dibeli tersangka dari hasil tindak kejahatan. (foto/ferry)

Tersangka diamankan saat mengendarai sepeda motor, ketika hendak pulang ke rumahnya.

Tersangka awalnya tidak mengaku, telah melakukan pencurian sepeda motor, namun setelah bukti dan keterangan diberikan petugas, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya.

Sepeda motor hasil curiannya tersebut, berhasil ditemukan petugas di sebuah bengkel milik Sahbani  Azmi dan hasil interogasi petugas kepada pemilik bengkel, menerangkan, bahwa kenderaan tersebut digadaikan tersangka  kepada karyawan bengkel, berisial  ISS.

ISS ini menggadaikan kenderaan tersebut, pada Sabtu, 27/7/2019,  sekira pukul 16.00 WIB, yakni satu hari setelah tersangka mencuri kenderaan tersebut.

Tersangka menggadai kendaraan tersebut senilai Rp. 700.000 (Tertulis pada kwitansi senilai Rp. 1.000.000, namun dibayarkan tunai Rp.700.000). Artinya, pada saat tersangka  nantinya menebus gadai kereta itu,  wajib membayarkan senilai Rp. 1.000.000 kepada ISS, sebagai jasa uangnya selama digadaikan.

Dan untuk meyakinkan ISS, bahwa kendaraan tersebut tidak dalam masalah, sebut AKBP Irfan Rifai.

Tersangka beralasan, bahwa kenderaan tersebut punya temannya  yang mana surat-surat kenderaan tersebut hilang.

Mmaka untuk meyakinkan ISS, dibuat kwitansi penerimaan gadai, serta mengizinkan KTP serta wajah tersangka  di foto oleh ISS, ungkap Kapolres lagi.

Kepada petugas,  tersangka mengatakan, bahwa uang hasil curian tersebut dibelikan pakaian, seperti 1 potong kemeja lengan panjang warna merah maroon, 1 potong celana panjang warna biru, dan 2 potong celana dalam. Dan barang bukti ini, disita petugas sebagai barang bukti, karena dibeli atas hasil tindak kejahatan, tegas Kapolres.

AKBP Irfan Rifai menambahkan, bahwa terhadap penerima gadai, yakni ISS,  petugas akan melakukan pendalaman tentang alat bukti. Apakah yang bersangkutan  dapat atau tidak dijadikan sebagai tersangka dalam  kasus tindak pidana sebagai penadah sesuai pasal 480 KUHPidana. Dan pihaknya, kini masih melakukan  pencarian terhadap ISS untuk proses lebih lanjut, ucapnya.