HETANEWS

Wali Kota Siantar dan Wakilnya Penuhi Panggilan Polda Sumut, Penyidik Diminta Serius Tuntaskan Korupsi

Wali Kota Siantar, Hefriansyah dan Wakil Wali Kota, Togar Sitorus.

Siantar, hetanews.com – Wali Kota Siantar, Hefriansyah dan Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, memenuhi panggilan  penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda Sumatera Utara.

Terkait hal itu, GMKI Siantar-Simalungun, meminta penyelidikan dilakukan  secara profesional dan serius, dalam menuntaskan kasus korupsi, di kota Siantar.

Wali Kota dan wakilnya, memenuhi panggilan polisi, sebagai saksi atas kasus pemotongan upah pungut pajak yang menyeret Kepala BPKD dan Bendahara sebagai tersangka, setelah OTT Ditreskrimsus, di kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Siantar, beberapa waktu lalu.

Hari ini, Wali Kota dan Wakilnya memenuhi panggilan tersebut. "Setahu ku iya, tapi gak tau aku berangkatnya (secara bersama) pak wali dan wakil. Masih sama - sama menjalani pemeriksaan," kata Kabag Humas dan Protokoler Pemko Siantar, Hammam Sholeh saat dihubungi via WhatsApp, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Tanggapan Wali Kota Siantar saat Disinggung Kesiapannya jadi Saksi OTT di BPKD

Sehubungan dengan kasus korupsi di BPKD Siantar, May Luther Dewanto Sinaga, selaku Ketua GMKI Siantar-Simalungun mengatakan, bahwa itu merupakan salah satu bukti kebobrokan Pemerintah Kota (Pemko) Siantar saat ini.

"Yang memilih para pejabat di dinas tersebut adalah Wali kota. Jadi dia lah salah satu orang yang harus bertanggungjawab atas kejadian ini, karena memilih orang sebagai pejabat Pemko dengan sembarangan,"ujarnya saat dihubungi terpisah.

Menurut Luther, Hefriansyah selaku Wali Kota, belum mampu menata kota ini dengan baik (belum mampu menciptakan good governance). Akibatnya, watak koruptif pejabat masih ada, tandasnya.

Ia berharap, agar para penegak hukum mampu profesional dan serius dalam menuntaskan kasus korupsi di kota Siantar.

"Siapapun pelaku dan yang terlibat dalam kasus korupsi ini, harus ditindak dengan tegas dan diberi efek jerah, supaya tidak merajalela para pelaku korupsi di kota Siantar ini,"pungkasnya.

Penulis: gee. Editor: gun.