HETANEWS.COM

IKA-USI Soal Pernyataan Liar Kajari Siantar: "Kami Tersinggung!"

Robin Panggabean, berorasi saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Siantar, beberapa waktu lalu. (Foto;Dok Hetanews)

Siantar, hetanews.com – Setalah dianggap tak beretika dalam berbicara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Ferziansyah Sesunan diminta segera merevisi dan meminta maaf atas pernyataannya menyuruh praktisi Reinhard Sinaga untuk belajar lagi, demi menjaga kondusitifas di masyarakat. Statemen orang nomor satu di Kejari Siantar, itu dinilai tuai kontroversi dan mendapat kritik tajam dari masyarakat, khususnya para akademisi, pengamat, praktisi hukum dan sosial masyarakat.

Disampaikan Ketua Ikatan Alumni Universitas Simalungun (IKA-USI), Robin P.H Panggabean kepada wartawan, sebagai orang yang pernah duduk di bangku sekolah, kita dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual (intelektual quality).

Robin berujar, sebagai orang yang hidup di Negara Demokrasi, kita juga dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quality) sebagai penyeimbang agar tidak bersikap dan bertindak emosional dalam menghadapi dinamika kehidupan.

“Keseimbangan EQ dan IQ sangat dibutuhkan dewasa ini, apalagi untuk memegang kekuasaan atau jabatan publik. Jangan sampai, kekuasaan atau jabatan publik dipegang seseorang kemudian berubah menjadi alat untuk menunjukkan kesewenang-wenangan, serta arogansi seseorang atau individu manusia,”katanya, Minggu (28/7/2019).

Baca juga: Sebut Pengacara Belajar Lagi, Pernyataan Kajari Siantar Dianggap Tak Beretika

“Analoginya begini, tidak semua polisi di republik ini diberi wewenang memegang senjata api. Dan bagi mereka yang memegang senjata api, maka mereka adalah orang-orang yang terpilih dan sudah teruji EQ (Emosional Quality) serta diyakini dapat mengendalikan dan menggunakan senjata api tersebut sesuai peruntukannya,” ujarnya seraya mengaku tidak mengetahui secara pasti, apakah untuk menduduki jataban sebagai Kajari khususnya di Kota Siantar dilakukan test EQ terlebih dulu, mengingat jabatan itu adalah jabatan publik dan rentan membuat manusia khilaf.

Mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh Kajari Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, pria berkaca mata ini berpendapat jika pernyataan itu sangat tidak terukur bahkan terkesan membabi buta.

“Saya melihat, pernyataan yang dikeluarkan RS selaku praktisi hukum di Siantar yang dipublish media sehari sebelumnya masih sangat terukur. Ntah mengapa, Kajari yang dimintai tanggapan terkait pernyataan RS itu oleh wartawan malah seperti emosinal dan mengeluarkan kalimat yang sangat subjektif dan terkesan tendensius menyerang personal RS,” katanya.

Baca juga: Balas Pernyataan Liar Kajari Siantar, Pengacara Reinhard Serukan Kawal Perkara

Secara sadar maupun tidak sadar, sambung Robin, pernyataan itu tidak hanya menyerang oknum advokat yang bersangkutan, pernyataan itu juga berpotensi merusak citra lembaga Profesi Advokat, Akademisi dan serta nama baik Kampus dan Alumni Uviversitas Simalungun.

“Saya berharap agar Kajari Siantar segera meluruskan pernyataannya tersebut dan meminta maaf kepada para pihak yang terdampak baik langsung maupun tak langsung atas pernyataannya itu,”pintanya.

Secara kelembagaan, sambung Robin, Senin (30 Juli 2019) mendatang pihaknya (Ikatan Alumni USI red) akan melakukan konsolidasi internal baik kepada mahasiswa, alumni, dosen, staf pegawai serta seluruh civitas akademika Universitas Simalungun.

“Saya dan rekan-rekan alumni USI lainnnya merasa tersinggung, atas pernyataan Kajari itu. Apalagi advokat RS yang juga merupakan bahagian dari kami sebagai alumni USI, dan apa yang disampaikan oleh rekan kami itu masih dibatas kewajaran,” katanya.

Diberitakan, Kajari Ferziansyah di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 59, 22 Juli 2019, kepada sejumlah awak media meminta praktisi hukum Reinhard belajar lagi. Kejari juga menuding Reinhard bolos saat mengemban ilmu pengetahuan. Pernyataan ini keluar pasca Reinhard mengkritik dua pejabat Dinas Kominfo yang dijadikan tersangka namun tidak ditahan oleh penyidik kejaksaan.

Baca juga: Kajari Siantar Respon Penyataan Reinhard Soal Diskriminasi Tersangka Korupsi: "Suruh Dia Belajar lagi..."

Penulis: bt. Editor: bt.
Komentar 2