HETANEWS

Modus Marah Gegara Lama Dijemput, Begal di Palembang Aniaya Ojol hingga Kritis

Junaidi alias Jun (19), pelaku utama pembegalan terhadap pengemudi ojek online di Palembang saat gelar perkara di Mapolsek Ilir Timur 1

Palembang, hetanews.com-Seorang pengemudi ojek online (online) jadi korban pencurian dengan kekerasan dan nyaris tewas dianiaya sekelompok begal di Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian ini pun sempat viral di media sosial (medsos) dan polisi telah menangkap satu dari empat pelaku.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Edi Rahmat mengatakan, modus pelaku yakni dengan memesan jasa ojol untuk diantar ke suatu tempat. Begitu pengemudinya datang, pelaku utama marah-marah dengan beralasan korban lama datang menjemputnya.

“Jadi saat korban (pengemudi ojol) menjemput, pelaku ini marah-marah. Ketika korban memberikan helm, pelaku langsung merampas ponsel miliknya. Korban coba merebut (melawan), di situ pelaku menganiayanya. Kemudian datang tiga rekan pelaku membawa senjata tajam dan tombak ikut menganiaya korban,” ujar Rahmat saat gelar perkara di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Kamis (25/7/2019).

Dia menjelaskan, lokasi TKP kejadian ini di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan 14 Ilir Palembang pada Senin (22/7/2019). Identitas korban diketahui bernama Heri Krisman. Saat ini kondisinya dalam penanganan intensif di Rumah Sakit Boom Baru Palembang, akibat luka aniaya senjata tajam nyaris di sekujur tubuh.

“Korban mengalami sejumlah luka tusukan akibat dikeroyok dan dianiaya senjata tajam,” katanya.

Hasil penyelidikan, polisi menangkap satu pelaku utama yakni Junaidi alias Jun (19) warga Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 13 Ilir, Palembang. Sementara tiga rekan lainnya masi buron. “Jun ini pelaku utama. Dia yang mengorder dan merampas ponsel korban. Dia juga yang menusuknya,” tutur Kapolsek.

Pelaku Jun mengakui perbuatannya. Namun dia berkilah hanya menusuk korban satu kali. “Saya Cuma sekali menusuk di bagian lengan sebelah kanan,” kata pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku kini mendekam dalam sel tahanan Mapolsek Ilir Timur I. Dia terancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun kurungan penjara. Ketiga komplotan lain  yang sudah dikantongi identitasnya masih diburu. Mereka yakni Hengki, Iyan dan Popaye.

sumber: inews.id

Editor: sella.