HETANEWS

Dinas Pertanian Sergai Diduga Permainkan Proyek DAK 2018-2019

Contoh pembangunan pintu klep/dam drainase di Tanjung Beringin yang seharusnya swakelola, tapi dikerjakan pihak ketiga. (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Dinas Pertanian Serdang Bedagai (Sergai) diduga mempermainkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 dan 2019 yang seharusnya diperuntukan untuk swakelola kelompok tani, demi menjaga mutu yang dibangun di daerahnya masing – masing.

Seharusnya kelompok tani mengajukan permohonan kepada Dinas Pertanian yang diteruskan kepada pemerintah pusat, dan setelah permohonan terkabul, maka kelompok tersebut lah yang seharusnya mengerjakan pekerjaan itu, supaya terjaga kwalitas dan mutunya, tapi di Sergai malah berbeda.

Rekanan mencari kelompok tani dan diajukan ke Dinas Pertanian setempat (diduga sudah dikordinir), walaupun pencairan dana tersebut masuk ke rekening kelompok tani, namun pengerjaannya dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan.

Ddan rekanan memberikan 5% dari pagu yang dicairkan melalui rekening bank milik kelompok tani, sebagai imbalan dalam pengerjaan itu.

Ketua NGO PMBDS Sergai, Aswad Sirait, mengomentari hal ini  dan berjanji akan terus memantau masalah tersebut.

“Karena tindakan ini sudah melawan hukum, yang seharusnya dana yang diturunkan pemerintah pusat melalui DAK dikerjakan swakelola, tidak boleh di pihak ketigakan. Karena itu mempengaruhi mutu dan kwalitas yang dibangun, “papar Aswad, Kamis (25/7/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto saat dikonfirmasi Hetanews.com melalui WA mengatakan, "Kami tidak pernah memaksa dan memerintahkan untuk pihak ketiga. Itu terserah kelompok tani kalau di lapangan ada menggunakam pihak ketiga. Itu sudah kebijakan dan kesepakatan mereka karena dana pencairannya tetap melalui rekening petani dan sampai saat ini, saya tidak mengenal dan berhubungan dengam rekanan, karena itukan swakelola, “ungkapnya.

Sementara di lapangan, salah satu kelompok tani yang tidak mau disebutkan kelompoknya dan bangunan itu adalah pintu klep/dam drainase tahun 2018, di Kecamatan Tanjung Beringin, yang sekarang sudah retak - retak, mengatakan, “pak jangan dibuat nama kelompok kami ya. Ini kami tidak mau memperbaiki, karena itu bukan kelompok kami yang mengerjakan. Itu diborongkan oleh pemborong. Biar pemerintah tau, bukan kami yang mengerjakan, “ata warga kelompok tani.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.