HETANEWS

Alasen Kaban Keberatan dengan Dakwaan Jaksa, Ini Alasannya

Terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Alasen Kaban (54), merasa keberatan dengan surat dakwaan jaksa. Tapi menurut majelis hakim, keberatan tersebut sudah masuk ke dalam pokok materi perkara, sehingga perlu pembuktian.

"Keberatan Ddngan barang bukti, untuk itu perlu dibuktikan,"kata hakim, disidang PN Simalungun, Kamis (25/7/2019).           

Menurut dakwaan jaksa, Julita Nababan SH, terdakwa ditangkap di rumahnya, di jalan Keramat Kuba, Kelurahan Perdagangan II, Kecamatan Bandar, pada Kamis, 28 Pebruari 2019, lalu.

Terdakwa ditangkap bersama terdakwa Haus Kamal, dari dalam kamar yang berbeda di rumah terdakwa Alasen Kaban.        

Penangkapan oleh Satres Narkoba Polres Simalungun, yaitu saksi Syarif Noor Sholin, Fernando Nababan, Efraim Purba dan Aprido Tampubolon, berdasarkan informasi yang diterima petugas. Penggerebekan didampingi Kepala Dusun, Suhartono.

Dari keranjang sampah didalam kamar terdakwa, disita sepaket sabu seberat 0,10 gram, kaca pirex, bong, pipet dan puluhan plastik klip kosong. Sesuai informasi yang diterima, jika terdakwa Alasen, membeli sabu dari Iwan Keling (DPO), pada Minggu, 24 Pebruari 2019, lalu seharga Rp.1.700 ribu.       

Sabu dibagi dibagi menjadi 7 paket yang biasa disimpan dalam keranjang sampah di kamarnya. Dan sudah terjual sebanyak 6 paket. Sisa paket lainnya akan digunakan terdakwa.       

Untuk pembuktian, majelis hakim, Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan selama 1 Minggu. Dalam persidangan terdakwa didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun.

Penulis: ay. Editor: gun.