HETANEWS

Perkampungan Kelompok SMB di Jambi Dihancurkan hingga Rata Tanah

Anggota kelompok SMB yang diamankan petugas gabungan TNI-Polri. (foto/Adrianus Susandra)

Jambi, hetanews.com - Perkampungan yang menjadi tempat bermukim kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) dihancurkan hingga rata dengan tanah. Hal ini seiring dengan telah dinyatakannya SMB bukan sebagai kelompol tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terlibat sejumlah tindak pidana.

Anggota Tim Terpadu (Timdu) Penanganan Konflik Sosial Sigit Eko Yuwono mengatakan, kendati permukiman mereka telah dihancurkan, namun keluarga para tersangka dan pengikut SMB akan tetap mendapat fasilitas dari pemerintah. Fasilitas ini khusus bagi mereka yang telah menjadi korban janji manis pimpinan SMB dan tidak terlibat tindak pidana.

"Yang akan difasilitasi hanya korban dari SMB, bukan yang lain. Karena awalnya mereka tidak mengetahui jika lahan yang dijanjikan itu merupakan lahan rampasan. Mereka juga menjadi korban dan membayar sejumlah uang untuk mendapat lahan perkebunan tersebut," ujar Sigit, seusai audiensi penanganan kelompok SMB di Jambi, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, terkait fasilitas tersebut, dalam waktu dekat akan didirikan Posko Crisis Center untuk mendata keseluruhan korban yang ada. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada satu pun yang dirugikan atas kejadian tersebut. Keberadaan poskonya akan tersebar di berbagai tempat, seperti di kantor desa, kecamatan maupun di polsek-polsek yang ada.

Saat ini sebagian mereka sudah ada yang pulang karena masih memiliki rumah di kampungnya. Sementara yang sudah tidak memiliki tempat tinggal segera dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Proses pemulangan sepenuhnya akan diserahkan kepada Dinas Sosial dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait,” kata Sigit.

Data kepolisian, SMB memiliki anggota yang setia terhadap pimpinannya yakni Muslim sebanyak 400 orang. Namun yang melakukan tindak pidana penjarahan, pengeroyokan, pencurian dan kepemilikan senjata api sebanyak 200 orang.

Penyerang petugas Satgas Karhutla Jambi yang terjadi pada 13 Juli lalu berjumlah 200 orang. Mereka kemudian berpencar, yang baru diamankan sejumlah 63 orang dan sisanya masih terus dicari hingga semuanya tertangkap.

Sejauh ini tim gabungan TNI-Polri telah mengamankan bungker yang ditemukan di rumah Muslim. Tempat ini diduga digunakan untuk menyimpan senjata beserta amunisinya.

Diketahui, kelompok SMB pimpinan Muslim selama satu tahun enam bulan telah menebar konflik di Jambi. Tercatat ada 14 laporan polisi atas tindakan pidana yang dilakukan kelompok SMB.

sumber: inews.id

Editor: sella.