HETANEWS

Mobil Pembawa Gas Elpiji Milik Pertamina Turunkan Tabung bukan di Pangkalan Terdaftar

Mobil Pertamina yang membawa tabung gas elpiji 3 kg milik pertamina dan menurunkannya bukan dipangkalan yang terdaftar melainkan di rumah kerneknya yang bernama Reza. insert (sim supir Arisman).

Siantar, hetanews.com- Warga Siantar hampir setiap harinya meneriakkan dengan lantang, mengapa tabung gas elpiji 3 kg tidak dapat ditemui di pangkalan maupun eceran. Bahkan, permasalahan ini telah menjadi bahan pembicaraan pada tingkat elit, yakni DPRD dan Pemko Siantar.

Hetanews.com mencoba menulusuri, apa yang menyebabkan semua ini terjadi? Apakah dikarenakan stock dari pertamina yang tidak ada? Atau ada permainan dilapangan, yang dengan sengaja menyelewengkan peredaran gas elpiji 3 kg.

Sabtu (14/3), sekitar pukul 12.00 Wib, termonitor dan didapatkan adanya mobil pembawa gas elpiji 3 Kg/mobil pertamina BK 8827 CH, menurunkan gas elpiji 3 Kg di jalan Cahaya kelurahan Bukit Sofa kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar.

Gas elpiji tersebut diturunakn  di rumah Reza (bukan pangkalan) yang bekerja sebagai kernet mobil pembawa gas elpiji 3 Kg tersebut. Muncul sebuah pertanyaan yang hanya mampu dijawab oleh Pertamina, mengapa supir dan kernet mobil pengangkutan tabung gas elpiji 3 kg, tidak menurunkan di pangkalan, malah sebaliknya di rumah kernet itu sendiri?

Hal yang mengherankan juga mengapa para instansi terkait tidak pernah menegur supir pembawa gas elpiji tersebut, padahal hal ini bukan terjadi untuk kali ini saja, melainkan sudah berulang kali dilakukan, jadi seolah-olah dilakukan pembiaran.

Supir pembawa mobil pertamina gas elpiji  Arisman (39), alamat Gg teratai Huta Siderejo kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun akhirnya angkat bicara.  Dia mengakui bahwa benar menurunkan gas elpiji 3 Kg di rumah Reza, kernetnya, dimana  seharusnya gas tersebut di turunkan di pangkalan jalan Medan Simpang Karangrang Sari milik Atik.

Menurut penjelasan Arisman, dia menurunkan gas tersebut karena diminta oleh kernetnya Reza,  karena, katanya,  sudah permisi dari pangkalan Atik yang berada di Simpang Karang Sari. “Gas elpiji 3 Kg bukan baru kali ini di turunkan di rumah reza namun sudah sering,” ungkapnya.

Kemudian dia memberitahu bahwa tabung as elpiji 3 kg yang diturunkan dari mobil pertamina ini, sebanyak lebih kurang 50 tabung setiap minggunya. Namun yang membuat tercengang adalah pengakuan Arisman yang menyebutkan, pemilik pangkalan Atik mengetahui kegiatan tersebut.

“Pemilik pangkalan Atik mengetahui hal ini, karena gas tersebut  seharusnya jatah pangkalan yang di Simpang Karang Sari, jalan Medan milik Atik,” ungkapnya sembari menyadari kesalahan yang dilakukannya, dimana menurunkan tabung gas elpiji milik pertamina bukan pada pangkalan yang terdaftar.

Supir Arisman dan kernetnya Reza adalah pegawai pertamina yang membawa gas elpiji 3 Kg menggunakan mobil pertamina BK 8827 CH, untuk mengantarkan gas elpiji 3 Kg ke pangkalan-pangkalan gas elpiji, yang ada di Siantar. Dalam prakteknya, mereka dapat menyelewengkan/menurunkan gas tersebut di rumahnya atau dirumah orang yang membayar mahal, sehingga jatah pangkalan gas elpiji di Siantar menjadi berkurang.

Penulis: steven. Editor: ebp.