HETANEWS

Selamat Jalan Enno Maripadang! Sekeluarga Tewas Digilas Truk, Banjir Ucapan Duka di Facebook

Satu keluarga Enno Maripadang, istrinya Fenny Malik dan putrinya tewas digilas truk

Palopo, hetanews.com-Kecelakan maut yang menyebabkan Satu Keluarga Tewas kecelakaan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian warga di Jl Ahmad Razak, Kota Palopo, Selasa (23/7/2019).

Korban terdiri dari suami-istri dan anak kecil. Di lini masa Facebook, ungkapan duka untuk  Enno Maripadang dan Fenny Malik dan putrinya mengalir.

"'Selamat jalan kwan Enno Maripadang , Fenny Alik dan anak Terkasih..smoga tenang di alam sana.. GBU" tulis akun Rinus Rongtar.

Satu keluarga di Palopo Sulawesi Selatan tewas usai dilindas mobil Tangki Pertamina, Selasa (23/7/2019) sekira pukul 09.00 pagi.

Satu keluarga yang terdiri dari Suami Istri dan seorang anak itu mengedarai sepeda motor Honda Vario dengan nopol dengan nopol DP 2652 UC.

Menurut keterangan polisi, istri dan anak yang berusia 2 tahun meninggal di tempat sementara sang suami meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

Berikut fakta-fakta dirangkum:

1. Lokasi Kejadian

Kecelakaan lalulintas tragis ini terjadi di Jl Ahmad Razak, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Tepatnya di perapatan jalan. Tidak jauh dari Rumah Sakit Megabuana dan Toyota Kalla Palopo.

2. Identitas korban

Ketiga korban tewas adalah suami, istri dan anak. Suami bernama Enno Maripadang Aprietno M (26) warga Padang Sappa, Kabupaten Luwu.

Istri Fenni Alik (26) Jl Bangau, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, sementara anak perempuan korban bernama Queensy Valeria Maripadang (2). Keluarga ini tinggal dan menetap di Jl Bangau, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

3. Kronologi

Kasat Lantas Polres Palopo AKP Abdul Rahman mengatakan, diduga korban sedang melakukan perjalanan dari Padang Sappa, Kabupaten Luwu ingin menuju ke Kelurahan Temmalebba.

Pada saat berada di Jl Ahmad Razak, korban beriringan dengan mobil tangki milik Pertamina. Korban hendak melambung truk tangki Pertamina dengan nopol DD 8887 XA tersebut.

Dan saat melambung tiba-tiba muncul mobil dari arah berlawanan. "Saat muncul mobil sepeda motor yang dikendarai korban tersangkut di Mobil Tangki Pertamina. Korban terjatuh lalu terlindas mobil," katanya.

4. Bawa Ikan

Sepeda motor yang dikendarai korban membawa banyak ikan. Ikan berhamburan kebadan jalan saat kecelakaan itu terjadi. Saat kecelakaan itu terjadi warga sekitar berinisiatif menutupi jenazah menggunakan daun pisang.

5. Sopir Langsung Diperiksa

Sopir mobil Tangki milik Pertamina dengan nopol DD 8887 XA tersebut saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolres Palopo Jl Opu To Sappaile Kecamatan Wara Kota Palopo.

Kronologi kecelakaan maut Mobil Tangki Pertamina di Jakarta

Sebelumnya kecelakaan maut juga melibatkan truk tangki Pertamina. Kecelakaan itu menewaskan tiga orang terjadi di Tol Wiyoto Wiyono Rawamangun KM 5,100 arah Cawang, Jakarta Timur, Minggu (21/7/2019) dini hari.

Sebuah truk tangki Pertamina bermuatan 32.000 liter mengalami kebakaran setelah mengalami kecelakaan, kemudian ditabrak mobil Calya.

Kanit Laka Polres Jakarta Timur, AKP Agus menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Agus mengatakan, truk Pertamina dan mobil Calya melaju searah dari Tanjung Priok menuju Cawang.

Menurutnya, saat kejadian situasi lalu lintas di kawasan itu sepi. Setibanya di lokasi, pengemudi truk tangki Pertamina diduga mengantuk.

Akibatnya, truk itu pun oleng dan menabrak guardril atau pagar pembatas tol yang ada di sebelah kiri. "Kepala truk Pertamina yang menabrak guardril pembatas tol sampai terlepas jatuh ke arteri di depan gerbang Tol Rawamangun," ucap Agus saat dikonfirmasi, Minggu (21/7/2019).

Truk tangki itu langsung terbakar sesaat setelah menabrak pembatas tol. Kemudian mobil Calya dari arah yang sama menabrak truk Pertamina sehingga ikut terbakar. Akibat kebakaran dalam kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia seketika.

Masing-masing pengemudi Pertamina bernama Isep Abdurohman (35), kernet Pertamina Ahmat Wagiyanyo (23), dan pengemudi Calya yang belum dapat diidentifikasi.

Proses pemadaman kebakaran kedua mobil itu berlangsung lama. Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, butuh waktu lebih dari satu jam untuk memadamkan api yang membakar truk dan mobil tersebut.

Kecelakaan yang diikuti kebakaran itu terjadi pukul 01.45 WIB. "Pemadaman selesai pukul 03.10 WIB. Ada 13 unit mobil pemadam dan 48 personel yang diterjunkan," kata Gatot.

Dia menambahkan, pasca kejadian, bagian kepala truk Pertamina jatuh dari jalan Tol Wiyoto Wiyono sedangkan badan truk masih berada di dalam tol bersama dengan mobil Cayla.

Hingga kini penanganan kecelakaan masih dilakukan pihak kepolisian.  Manajemen PT Pertamina Patra Niaga menyatakan, akan melakukan penanganan secara semestinya dan maksimal akibat kejadian kecelakaan ini.

Kejadian itu mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia.

“Kejadian tersebut saat ini sedang dalam investigasi tim kami. Kami akan memberikan penanganan terhadap korban dan memohon maaf atas kejadian ini,” kata Corporate Communication and CSR PT Pertamina Patra Niaga, Ayulia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.